2020 : Optimasi Komposisi dan Laju Pemberian Pakan Pelet dari Limbah Ikan Gabus (Channa Striata) dengan Penambahan Kunyit terhadap Laju Pertumbuhan dan Kandungan Proksimat dalam Peningkatan Mutu Produksi Budidaya Bibit Ikan Lele (Clarias Gariepinus)

Dr. Awik Puji Dyah Nurhayati S.Si., M.Si
Nova Maulidina Ashuri, S.Si, M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Potensi Ikan Gabus (Channa Striata) di Indonesia cukup berlimpah. Pengolahan Ikan Channa sp. sebagai bahan baku produk obat alternative menghasilkan limbah yang sudah tidak digunakan lagi seperti kepala, tulang dan isi perut. Limbah tersebut apabila disimpan akan cepat membusuk dan menghasilkan bau tidak sedap. Di satu sisi limbah tersebut masih kaya akan kandungan protein sehingga memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan dasar pakan di budidaya perikanan. Limbah pengolahan tersebut memiliki kadar air tinggi, sehingga diperlukan pengolahan ataupun perlakuan untuk pengawetan terhadap limbah tersebut agar dapat dikonsumsi dan dijadikan pakan ternak. Salah satu cara pengawetan tersebut adalah melalui pembuatan produk pakan dalam bentuk pelet komplit yang memiliki kandungan nutrisi lengkap dengan menambahkan kunyit. Dalam beberapa penelitian, kunyit terbutki memiliki kandungan zat yang dapat meningkatkan imunitas tubuh dan proses penyerapan protein oleh usus. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Komposisi dan Laju Pemberian Pakan Pelet dari Limbah Ikan Gabus (Channa Striata) dengan Penambahan Kunyit terhadap Laju Pertumbuhan dan Kandungan Proksimat dalam Peningkatan Mutu Produksi Budidaya Ikan Lele (Clarias Gariepinus). Tahap awal penelitian dengan membuat pakan pellet dengan bahan dasar limbah ikan gabus dengan tiga komposisi berbeda yakni 30%, 60% dan 90% limbah ikan gabus dan penambahan 3% kunyit pada masing-masing komposisi tersebut. Sebelum diujikan secara in vivo, pellet yang telah dibuat diukur kandungan proksimatnya, ukuran, kadar air, kekerasan, daya apung, dan kelarutannya. Selanjutnya dilakukan uji in vivo terhadap benih ikan lele dengan laju pemberian pakan yang berbeda yakni, satu kali, dua kali, dan tiga kali dalam sehari. Pengujian dilakukan selama satu bulan. Selama proses pemeliharaan tersebut, akan dilakukan pengukuran pertumbuhan ikan lele setiap 3 hari sekali. Setelah satu bulan pemeliharaan, lele dipanen dan diukur kandungan proksimatnya. Target luaran penelitian ini adalah dihasilkannya produk pellet ikan berbahan limbah ikan gabus dengan penambahan bahan herbal dan publikasi di Jurnal Internaional terindeks Scopus.