2019 : Pengembangan Konsep Crime Prevention Through Environmental Design (CPTED) pada kawasan Transit Oriented Development (TOD) Studi kasus Kawasan MRT Bundaran HI, Jakarta

Siti Nurlaela ST., M.Com., Ph.D
Ardy Maulidy Navastara ST., MT.
Arwi Yudhi Koswara ST., M.T.
Ema Umilia S.T., M.T


Abstract

Pembangunan MRT yang dikembangkan dengan konsep Land use transport integration atau LUTI secara ideal mengedepankan pentingnya implementasi konsep TOD atau transit oriented development. Faktor penentu pengembangan TOD ini dapat dikaji dalam berbagai perspektif. Salah satunya adalah agar aspek kejahatan atau crime di kota terutama di ruang-ruang publik dapat dimitigasi melalui aspek desain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan feasibility study pada aspek crime prevention pembangunan TOD berdasarkan prinsip-prinsip CPTED atau Crime Prevention through Environmental Design. Berbagai standard mengenai CPTED telah dikembangkan menjadi panduan dan best practice. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai suatu studi kelayakan ataupun evaluasi aspek crime prention pada salah satu stasiun yang akan dikembangkan dalam Sistem Jaringan MRT Jakarta, yaitu stasiun Bundaran HI. Tahapan penelitian terdiri dari kajian studi literature untuk memahami konsep dasar tentang MRT, TOD, dan aspek crime pada ruang public kota. Kemudian dilanjutkan dengan pemetaan kebutuhan akan feasibility study berdasarkan nilai crime prevention dan berdasarkan pada 6 prinsip desain crime prevention TOD, yaitu: surveillance, legibility, terriroriality, ownership, management, serta vulnerability. Prinsip ini akan dikembangkan pada perumusan konsep desain di kawasan TOD Bundaran HI, pada aspek-aspek neighborhood, building, public realm, center, serta pedestrian and cyclist access. Pengerjaan evaluasi desain TOD akan focus pada faktor crime prevention. Model 2D/3D CAD dan simulasinya dapat digunakan untuk mengevaluasi resiko tingkat kejahatan yang ada. Penataan infrastruktur jalan sebagai akses bagi pejalan kaki, bersepeda dan bus/ car transit juga dipertimbangkan dalam pengembangan TOD yang bebas crime. Aspek spasial melalui teknik spatial statitstics digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai hubungan atau relationship antar aspek design dan resiko kejahatan secara persepsional untuk menghasilkan prinsip-prinsip implementasi crime prevention di wilayah studi. Feasibility study faktor keselamatan pengguna melalui optimalisasi desain TOD pada penelitian ini melibatkan berbagai aspek teknis (desain) dan non teknis (persepsi pengguna).