2020 : Illustrated Augmented Reality Pada Social Media Sebagai Nilai Tambah Citra Personal Branding

Nugrahardi Ramadhani SSn., MT

Year

2020

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Sejak maraknya aplikasi berbasis social media seiring canggihnya fitur pada social media tersebut, pengguna semakin mendapatkan apa yang diinginkan. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang butuh pengakuan, baik di lingkungan sekitar maupun yang lebih luas lagi. Terutama pada hal-hal yang membuat pengguna tersebut semakin dikenal dan mendapatkan citra diri positif. Social media memiliki sisi positif dan negatif, membuat pengguna harus memanfaatkan kepada hal-hal yang lebih produktif dan menginspirasi. Personal branding usebuah citra pengguna dalam hal membangun kepercayaan dan kredibilitas saat ini diperlukan untuk membantu pijakan karir atau profesi. Personal branding terdiri dari karakter-karakter yang memiliki persona, kebiasaan, hingga emosi yang mencerminkan sebuah citra, dan nantinya akan dinilai oleh orang lain sebagai respon. Saat ini social media yang menjadi trend di masyarakat dilengkapi dengan teknologi canggih berupa Augmented Reality yang digunakan untuk mengekspresikan gambar swafoto lebih menarik, impresif, interaktif dan sesuai dengan karakter yang diinginkan. Swafoto dengan tambahan Augmented Reality tersebut bisa menggunakan ilustrasi maupun 3D modelling yang menyerupai tema tertentu. Pada penilitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif terdiri dari metode etnografi yang tujuannya untuk mengkaji bentuk dan fungsi bahasa yang tersedia dalam budaya serta digunakan untuk berkomunikasi individu di dalamnya, serta melihat bagaimana bentuk dan fungsi bahasa tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Kuantitatif terdiri dari Metode Deskriptif yang berfungsi mencari menggambarkan suatu objek dan subjek yang sedang diteliti tanpa adanya rekayasa. Kemudian melakukan observasi dan pengumpulan literasi, setelah itu dilakukan eksperimen ilustrasi dan penerapan. Hasil dari metode ini kemudian diadakan evaluasi berupa sampling yang akan dinilai keberhasilannya mewakili sebuah personal branding menggunakan augmented reality berbasis ilustrasi.