2020 : Kajian Epidemiologi Polutan Udara dan Cuaca Terhadap Kejadian Pneumonia dan Non-Pneumonia Pasien di Surabaya

Dr. Ir. Agus Slamet M.Sc
Arie Dipareza Syafei ST., MEPM

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pencemaran udara merupakan campuran dari satu atau lebih bahan pencemar, baik berupa padatan, cairan atau gas yang masuk terdispersi ke udara dan menyebar ke lingkungan sekitarnya. Faktor yang berhubungan dengan konsentrasi pencemar udara adalah jumlah kendaraan, suhu udara, kelembaban udara, kecepatan dan arah angin. Beberapa polutan yang dapat mempengaruhi kesehatan pernafasan manusia yaitu terdiri dari CO, SO2, PM10. Efek yang dapat ditimbulkan dari polutan tersebut umumnya mengenai organ pernafasan yaitu paru-paru, dan efek yang diterima seseorang atau hewan maupun tumbuhan tergantung pada dosis dan lamanya pemaparan. Pneumonia merupakan masalah kesehatan pada pernafasan yang cukup serius di dunia, termasuk juga di Indonesia. Berdasarkan hasil Riskesdas 2007, pneumonia berada dalam peringkat kedua pada proporsi penyebab kematian pada anak umur 1–4 tahun. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya mengenai konsentrasi polutan udara dan pantauan klimatologi yang diukur di dua Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yaitu SPKU Wonorejo dan SPKU Kebonsari. Kemudian, digunakan juga data sekunder dari Dinas Perhubungan Kota Surabaya mengenai traffic counting di beberapa jalan utama dalam Kota dan data sekunder dari Puskesmas – Puskesmas yang berada di wilayah studi penelitian. Wilayah studi penelitian adalah area dalam radius 5 km dari tiap SPKU. Dari seluruh data sekunder tersebut, akan diteliti hubungan antara tingkat konsentrasi CO, SO2 dan PM10 di udara ambien dengan kejadian Pneumonia dan Non Pneumonia Penduduk di Surabaya tahun 2015-2019 dengan menggunakan metode Multiple Linear Regression. Penyakit pneumonia dan non pneumonia pada penelitian ini akan dijadikan sebagai variabel Y. Sedangkan polutan udara dan kondisi klimatologi serta banyaknya kendaraan bermotor akan dijadikan sebagai variabel X. Hasil yang akan didapatkan berupa persamaan dari metode multiple linear regression sehingga peneliti akan mampu memperkirakan variabel mana saja yang dapat mempengaruhi kejadian penyakit pneumonia dan non pneumonia. Kemudian hasilnya dibandingkan dengan baku mutu polutan udara apakah telah memenuhi baku mutu serta adakah hubungan antara polutan udara dan kondisi klimatologi serta banyaknya kendaraan bermotor terhadap penyakit pneumonia dan non pneumonia.