2019 : SINTESIS KOMPLEKS DENGAN LIGAN TURUNAN THIOSEMICARBAZONE ISATIN SEBAGAI SENYAWA ANTI KANKER BARU

Dr. Ir Endah Mutiara Marhaeni Putri
Prof. Dr. Dra. Fahimah Martak M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Penderita kanker di dunia setiap tahun semakin meningkat, sehingga kebutuhan obat semakin bertambah. Beberapa usaha pengobatan kanker yang dilakukan selama ini belum efektif, diantaranya adalah radioterapi dan kemoterapi yang biayanya cukup tinggi dan memiliki efek samping. Pengobatan kanker dengan senyawa kompleks merupakan cara alternatif yang sangat murah dan lebih aman. Senyawa kompleks dapat diperoleh dari interaksi antara ion logam dengan ligan. Ligan merupakan senyawa organik yang mempunyai atom donor yang dapat menyumbangkan pasangan elektron bebasnya ke ion logam. Karakter ligan berperan besar dalam penentuan aktivitas senyawa kompleks. Ligan yang aktif terhadap inhibisi sel anti kanker umumnya mempunyai ikatan rangkap terkonjugasi. Pada penelitian ini digunakan ligan turunan thiosemicarbazone isatin karena ligan ini mempunyai ikatan rangkap terkonjugasi dan gugus keto yang dapat berkoordinasi dengan ion logam transisi. Selain itu, adanya beberapa pusat reaksi pada isatin dan turunannya menyebabkan isatin mampu berpartisipasi dalam jumlah besar reaksi. Beberapa senyawa isatin telah diuji secara klinis mempunyai aktivitas yang signifikan terhadap aktivitas hermatologi dan tumor dalam dosis yang dapat ditoleransi dengan baik oleh pasien kanker. Dalam penelitian ini, isatin dikombinasikan dengan thiosemicarbazone untuk membentuk ligan yang nantinya akan dikomplekskan dengan beberapa variasi logam. Studi kompleks dengan ligan isatin dan thiosemicarbazone belum mendapat banyak perhatian. Padahal kompleks ini berpotensi untuk diaplikasikan di bidang medis, yaitu sebagai anti kanker. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mendapatkan senyawa kompleks baru menggunakan ligan isatin dan thiosemicarbazone dengan memvariasikan subtituen kloro, nitro, fenil, metil dan etil. Modifikasi struktur ini bertujuan untuk 1). mendapatkan senyawa baru yang diprediksi mempunyai aktivitas lebih tinggi, masa kerja lebih panjang, tingkat kenyamanan lebih besar, efek samping lebih rendah, lebih selektif, lebih stabil dan lebih ekonomis; 2). Menemukan gugus fotomakofor yang penting (gugus fungsi), yaitu bagian molekul obat yang dapat berinteraksi serasi dengan reseptor hingga memberikan aksi farmakologi; 3). Meremuskan Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas yang dapat memberikan informasi tentang perubahan struktur dan aktivitas (Siswandono dan Soekardjo, 2000; Martin, 2010). Variasi ion logam dilakukan untuk mendapatkan senyawa yang paling aktif terhadap sel kanker. Ion logam yang digunakan pada pembentukan kompleks adalah Mn(II), Co(II), Ni(II), Cu(II) dan Zn(II). Pemanfaatan senyawa kompleks tersebut sangat besar pada bidang kesehatan. Oleh karena itu, perlu strategi sintesis yang efektif dalam pembuatan ligan dan kompleks yang telah terbentuk akan dikaji secara struktural, meliputi spektrum UV/Vis, analisis unsur, hantaran, spektrum infra merah, 1H-NMR, 13C-NMR dan termogravimetri. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas sel kanker. Hasil penelitian ini merupakan informasi penting untuk mendapatkan senyawa yang paling aktif terhadap sel kanker.