2019 : Pembuatan Biodiesel dengan Aditif Triacetin dari Minyak Nabati dengan Metode Ultrasound-Assisted dan Microwave-Assisted Interesterification

Prof.Dr. Ir Mahfud DEA
Dr. Lailatul Qadariyah ST., MT

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Energi merupakan kebutuhan paling dasar dari segala aktivitas manusia. Energi tidak terbarukan (non-renewable energy) berkontribusi sebesar 86% dari total energi global. Pada era ini, inovasi pembuatan bahan bakar diesel banyak dilakukan dengan menggunakan bahan baku minyak nabati. Salah satu bahan yang dapat menghasilkan biodiesel adalah minyak kelapa sawit. Studi telah menunjukkan bahwa pada tahun 2016, Indonesia memproduksi minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Hal ini menjadikan minyak kelapa sawit sebagai potensi pengolahan lebih lanjut menjadi energi terbarukan. Pembuatan biodiesel saat ini masih dilakukan dengan menggunakan metode konvensional yang menghasilkan yield kecil dan dalam waktu yang lama, sehingga harus dikembangkan beberapa metode lain yang lebih efektif. Telah dikembangkan juga metode microwave atau ultrasound dengan proses esterifikasi atau transesterifikasi yang menghasilkan yield lebih besar dan dalam waktu yang lebih singkat. Namun, metode tersebut masih banyak kelemahan diantaranya harus ada proses pemisahan antara hasil biodiesel dengan gliserol dan kelebihan metanol akan memancing deaktivasi reaksi ber-enzim. Oleh karena itu, pada penelitian ini menggunakan metode baru untuk menyempurnakan metode yang sudah ada, sehingga menghasilkan yield yang lebih tinggi serta biaya operasional yang rendah, yaitu metode Ultrasound_Assisted Interesterification dan Microwave_Assisted Interesterification yang memiliki laju reaksi yang lebih cepat, yield, pemisahan yang lebih mudah dan juga kualitas biodiesel yang lebih tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan pengaruh penggunaan metode ultrasound_assisted interesterification dan microwave_assisted interesterification terhadap yield biodiesel yang dihasilkan, mendapatkan kondisi yang paling optimum untuk menghasilkan yield yang optimum, dan mengetahui pengaruh triacetin pada kualitas biodiesel. Tahapan penelitian ini adalah untuk melihat perbandingan proses interesterifikasi dan pengaruhnya terhadap yield biodiesel untuk selanjutnya mengusulkan pengembangan metode yang efektif dan efisien dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi biodiesel. Kedua metode yang diusulkan dalam penelitian ini menitikberatkan pada minimalisasi waktu pembuatan biodiesel, pencucian dalam proses pemurnian dan memperkecil kebutuhan biaya dengan mengoptimalkan proses interesterifikasi dengan bantuan gelombang mikro dan gelombang ultrasonik. Penelitian kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengujian terhadap keberadaan triacetin pada biodiesel yang akan meningkatkan brake spesific fuel cosumption dan brake thermal efficiency, menurunkan kadar CO hasil pembakaran, menurunkan pour point, dan akan menurunkan cloud point dari biodiesel. Dari penelitian ini, luaran yang diharapkan yaitu berupa artikel ilmiah dalam jurnal internasional. Target temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan pengetahuan dan metode baru dalam proses pembuatan biodiesel sehingga dapat berkontribusi terhadap kebutuhan energi terbarukan yang biodegradable, nontoxic dan ramah lingkungan, serta berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang teknik kimia. Melalui penelitian ini pula untuk memenuhi tesis S2. TKT dalam penelitian ini adalah 1-2. Kata kunci: microwave_assisted interesterification; minyak kelapa sawit; renewable energy; triacetin; ultrasound_assisted interesterification.