2018 : TINGKAT PENCEMARAN SUNGAI SAMPEAN OLEH SAMPAH DAN LIMBAH LAINNYA BERDASARKAN PENILAIAN KUALITAS FISIK-KIMIA-BIOLOGIS

Prof. Dr. Yulinah Trihadiningrum M.App.Sc
Nurul Widiastuti S.Si,M.Si., Ph.D

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Sungai Sampean yang mengalir melalui Kabupaten Bondowoso dan Situbondo menerima beban pencemaran limbah pertanian, domestik dan sedikit limbah industri. Pencemaran limbah domestik dapat berupa sampah, termasuk jenis plastik, dan limbah cair rumah tangga. Sedangkan limbah pertanian berupa buangan irigasi dapat mengandung nutrien (khususnya N dan P), dan pestisida. Adapun limbah industri berkontribusi pada peningkatan COD dan BOD pada air sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pencemaran Sungai Sampean akibat sampah dan polutan lainnya dengan metode fisik-kimia-biologis. Studi ini juga bertujuan untuk mengkaji kesesuaian metode bioassessment dengan makroinvertebrata untuk penilaian kualitas air Sungai Sampean. Penelitian ini akan menggunakan metode fisik-kimia dan bioasessment dengan makroinvertebrata untuk menilai kualitas air sungai. Sampling akan dilakukan pada 12 lokasi yang mewakili 6 orde dari sungai tersebut dengan 2 ulangan. Metode fisik–kimia akan dilakukan menggunakan parameter: suhu, pH, turbiditas, COD, BOD, amonium, nitrat, dan fosfat. Metode biologis dilakukan dengan menggunakan makroinvertebrata akuatik. Berdasarkan taksanya, makroinvertebrata akuatik merupakan jenis hewan yang dikenal memiliki kemampuan memberikan respons spesifik terhadap kualitas air. Respons tersebut dapat diukur untuk menentukan kualitas air berdasarkan kelimpahan taksa serta tingkat kepekaannya terhadap kualitas air. Kedua metode ini dapat digunakan bersama-sama dan saling melengkapi untuk mendapatkan hasil penilaian kualitas air sungai yang lebih meyakinkan dan menyeluruh. Sampling dan analisis kualitas air dilakukan dengan 2 ulangan. Sampling dan analisis kualitas air fisik-kimia diukur dengan mengacu pada Standard Methods for Water and Wastewater Analysis edisi terbaru. Sampling makroinvertebrata dilakukan menggunakan standard handnet dengan ukuran pori 500 um, dan waktu pengumpulan efektif 5 menit. Sampel makroinvertebrata dipisahkan dari sedimen dengan pinset dan diawetkan dengan alkohol 70%. Untuk selanjutnya diidentifikasi. Sedangkan sampel sampah diambil menggunakan standard handnet dengan waktu pengumpulan 15 menit di setiap lokasi sampling. Sampel sampah ditimbang berdasarkan komposisinya. Sampah plastik ditentukan distribusi ukurannya dengan size class box. Penilaian kualitas air dengan metode fisik-kimia akan dilakukan dengan Dutch Score dan LISEC Score. Sedangkan penilaian kualitas air berbasis makroinvertebrata akan menggunakan beberapa indeks biotik, yaitu: Belgian Biotic Index (BBI), Extended BioticIndex (EBI), Biological Monitoring Working Party (BMWP), dan Biological Monitoring Working Party Average Score Per Taxon (BMWP ASPT). Data makroinvertebrata yang diperoleh akan dikorelasikan dengan data kualitas air fisik-kimia (pH, DO, BOD, COD, kadar fosfat, amonium, dan nitrat) dengan penggunaan Dutch Score dan LISEC Score dengan Spearman’s Correlation Rank. Kata kunci: makroinvertebrata, pencemaran oleh sampah, penilaian kualitas air, plastik