2019 : Pengembangan Sistem Deteksi dan Pengukuran Biometri Janin dari Citra Ultrasonografi untuk Memantau Perkembangan dan Pertumbuhan Janin

Dr. Tri Arief Sardjono S.T, MT.
Muhammad Hilman Fatoni S.T., M.T

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Ultrasonografi (USG) sering digunakan untuk memantau dan mendiagnosa kehamilan. Hal ini dikarenakan ketersediaan USG yang melimpah, realtime, dan tidak menimbulkan bahaya radiasi. Pengukuran biometri janin merupakan salah satu parameter penting yang digunakan dalam diagnosa kehamilan berbasis citra USG. Pengukuran biometri janin meliputi pengukuran Biparietal Diameter (BPD), Head Circumference (HC), Abdominal Circumference (AC) dan Femur Length (FL). Pengukuran biometri dilakukan untuk memperkirakan kelainan pertumbuhan janin, berat janin, dan Gestational Age (GA). Estimasi berat janin dan GA merupakan dua hal penting yang digunakan untuk melihat perkembangan janin. HC merupakan pengukuran lingkar kepala janin yang sangat prediktif untuk memprediksi GA. Sedangkan AC merupakan pengukuran lingkar perut janin yang mana merupakan parameter yang paling prediktif untuk estimasi berat janin. Pada praktik klinis, klinisi secara manual melakukan deteksi dan pengukuran HC dan AC dengan menandai dua titik akhir dari sumbu elips minor dan mayor diikuti dengan perhitungan lingkar elips. Namun, karena rasio signal-to-noise yang rendah, USG biasanya kurang jelas menggambarkan struktur head dan abdomen janin. Proses ini membutuhkan pengetahuan mengenai anatomi dan persepsi spasial yang tinggi sehingga akurasinya sangat bergantung pada pengalaman dan pengetahuan operator. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengembangkan sebuah sistem deteksi dan pengukuran biometri janin dari citra USG secara otomatis berbasis metode Convolutional Neural Network dan transformasi Hough. Harapannya, dari hasil penelitian akan terealisasi sebuah sistem deteksi dan pengukuran otomatis biometri janin dari citra USG dengan ketelitian yang baik. Sehingga diagnosis kehamilan (terutama diagnosis umur, ukuran, serta berat janin) menjadi akurat dan dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan perkembangan janin yang tidak normal.