2020 : PENATAAN ZONA WISATA SEJARAH MONUMEN KRESEK BERBASIS CBT (COMMUNITY BASED TOURISM) DI DESA KRESEK KECAMATAN WUNGU KABUPATEN MADIUN

Dr.Ing.Ir. Bambang Soemardiono

Year

2020

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun telah mengembangkan wisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism/CBT) melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) “MEKAR� Kendala yang dihadapi adalah belum adanya kesepakatan tentang zonasi yang berdampak pada kurang tertata dan kurang jelasnya arah pengembangan wisata serta memunculkan masalah lain seperti pedagang dari luar daerah yang secara liar menempati tempat-tempat tertentu untuk membuka lapak dagangannya. Pemerintah desa dan masyarakat setempat tidak memiliki landasan yang kuat untuk menatanya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menggali sejarah dan perkembangan kawasan wisata sejarah Monumen Kresek di Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun; 2) Mengidentifikasi potensi dan masalah dalam penataan zona wisata sejarah Monumen Kresek di Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun; 3) Mendesain penataan zona wisata sejarah Monumen Kresek berbasis CBT (Community Based Tourism) sebagai acuan pengembangan kawasan wisata sejarah Monumen Kresek. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, FGD, dan studi dokumentasi. Penelitian terdiri dari 4 tahapan: 1) Menggali sejarah dan perkembangan kawasan wisata sejarah Monumen Kresek; 2) Menganalisis potensi dan masalah penataan zona kawasan wisata Monumen Kresek; 3) Merancang desain awal penataan zona wisata Monumen Kresek; 4) Finalisasi desain penataan zona wisata Monumen Kresek berbasis CBT. Penelitian dilakukan selama 8 (delapan) bulan. Target luarannya adalah desain penataan zonasi wisata sejarah Monumen Kresek berbasis CBT (Community Based Tourism) sebagai acuan pengembangan kawasan wisata sejarah Monumen Kresek. Hasil penelitian dipublikasikan dalam jurnal internasional terindeks SCOPUS (Q3) “Journal of Tourism History� Kata kunci: zona wisata, Community Based Tourism