2019 : Pengaruh Modifikasi Elektroda dan Konsentrasi Bakteri pada Efektivitas Microbial Fuel Cell dari Limbah Molases dan Reduksi Logam Berat Cr (VI) Dengan Reaktor Dual Chamber Sistem Kontinyu

Dr. Ir. Sri Rachmania Juliastuti M.Eng
Dr.Eng. Raden Darmawan S.T., M.T.
Dewi Puspita Sari S.T

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pada industri TPT terutama pada industri batik, proses produksinya menghasilkan limbah logam cair yang jumlahnya mencapai 80% dari seluruh jumlah air yang dipergunakan dalam proses pembatikan, salah satunya ialah logam berat kromium. Limbah kromium menjadi limbah paling berbahaya bagi lingkungan karena tidak dapat terurai dan presisten. Logam kromium akan mengkontaminasi organisme air (tumbuhan, ikan dsb) yang nantinya akan dikonsumsi oleh manusia. Sehingga, meskipun paparan kontaminasinya dalam jumlah yang sedikit dan tidak secara langsung, tetap dapat membahayakan kesehatan manusia. Microbial Fuel Cell (MFC) menjadi alternatif yang menjanjikan karena kemampuan mereduksi limbah logam Cr6+ sekaligus mengolah limbah organik dan menghasilkan bioelektrik (double track research). Microbial Fuel Cell (MFC) merupakan fuel cell berbasis biologi yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik dengan bantuan reaksi katalitik mikroorganisme Dalam hal ini, selain logam berat, limbah organik berupa molase menjadi perhatian khusus karena produksinya yang tinggi yaitu 1,56 juta ton pada 2010. Pemanfaatan kedua limbah yaitu limbah logam berat kromium dan limbah molase dengan MFC mampu memperoleh 3 manfaat sekaligus, yaitu pengolahan logam berat, pengolahan limbah molase dan produksi bioenergi dari MFC yang dihasilkan. Dalam penelitian ini, anoda yang berupa carbon rod akan dimodifikasi dengan penambahan luas area. Dedak padi mengandung silika yang tinggi (Agung, 2013), sehingga mampu dimanfaatkan untuk meningkatkan area kontak anoda. Silika akan menempel pada karbon rod sehingga terbentuk partikel-partikel tambahan. Sehingga, dalam penelitian ini akan dianalisa pengaruh konsentrasi bakteri dan pengaruh modifikasi elektroda terhadap efektivitas MFC dual batch menggunakan sistem resirkulasi kontinu, dimana diharapkan MFC mampu mendegradasi molase dan mereduksi kromium (menurunkan toksisitas) sekaligus menghasilkan bioelektrik secara optimum.