2020 : Aksesibilitas Kawasan Transit Oriented Development di Kota Surabaya dengan Pendekatan Waktu Perjalanan (Studi Kasus : Terminal Joyoboyo)

Ir. Ervina Ahyudanari ME, PhD
Ketut Dewi Martha Erli Handayeni ST., MT.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pengembangan kawasan berkonsep Transit Oriented Development (TOD) sedang dikembangkan di Indonesia. Konsep yang ditawarkan dari pengembangan kawasan TOD sering disingkat 5D, yaitu Density; Diversity; Design; Distance to Transit; Distance to Accesibility. Kemudahan untuk menuju dan berpindah dari kawasan TOD merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan pengembangan kawasan TOD yang berkelanjutan. Tolok ukur tersebut dapat diketahui dari seberapa besar nilai aksesibilitas kawasan tersebut yang dapat diukur berdasarkan waktu dan jarak perjalanan. Di Surabaya saat ini belum ada kawasan yang sudah berkonsep TOD, namun Surabaya harus siap akan hal itu. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengidentifikasi titik kawasan TOD di Surabaya, salah satunya adalah Terminal Joyoboyo yang memiliki kedekatan pusat kegiatan kota dengan titik transit. Angkutan massal cepat yang direncanakan Pemerintah Kota Surabaya dari Utara – Selatan dan Barat-Timur akan bertemu di Terminal Joyoboyo. Sehingga Terminal Joyoboyo akan menjadi terminal intermoda di Surabaya. Untuk mempersiapkan kawasan TOD di Surabaya perlu diketahui nilai aksesibilitas kawasan tersebut. Dari data tata guna lahan Surabaya dan pembagian blok kawasan TOD Joyoboyo akan dihitung waktu tempuh dari zona asal ke zona tujuan. Data karakteristik jalan dan volume kendaraan dibutuhkan untuk menganalisis lalu lintas saat ini dan di masa mendatang ketika kawasan TOD ini sudah terbangun. Kedua data tersebut didapatkan dari survei pengukuran secara langsung dan analisis volume delay function. Peta aksesibilitas kawasan TOD kota Surabaya akan dibuat mengunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah nilai aksesibilitas menuju dan dari kawasan TOD Joyoboyo pada saat ini dan ketika sistem angkutan massal cepat di Surabaya telah terbangun.