2019 : Studi Simulasi Kejadian Diskret untuk Analisis Reliability, Availability, dan Maintainability pada Industri Proses dengan Mempertimbangkan Gangguan Manufaktur dan Supplier

Nurhadi Siswanto S.T., MSIE.,Ph.D
Stefanus Eko Wiratno ST, MT.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Industri proses merupakan industri yang memiliki proses produksi utama yang bersifat kontinu atau berbentuk batch (Institute of Industrial & Systems Engineers, 2018). Kompleksitas proses produksi dan elemen-elemen sistemnya membutuhkan ketersediaan, keandalan, dan pemeliharaan yang tinggi untuk mencapai target produksi, keselamatan, dan keuangan. Menurut Suzuki (1994), kegiatan produksi di industri proses membutuhkan suhu tinggi, tekanan tinggi, getaran, dan bahan berbahaya. Kegagalan dalam industri proses membutuhkan operator pemeliharaan, sehingga dapat menyebabkan risiko kecelakaan operator yang lebih tinggi. Solusi untuk mengatasi gangguan produksi dapat dikurangi dengan melakukan analisis keandalan, ketersediaan, dan pemeliharaan (analisis RAM). Terdapat beberapa strategi pemeliharaan yang dapat diterapkan ke dalam analisis RAM, manajemen inventaris, kebijakan penjadwalan pemeliharaan preventif, penambahan sumber daya yang berlebihan, dan alokasi sumber daya. Gangguan supplier juga merupakan salah satu masalah yang dapat mempengaruhi profitabilitas dan daya saing. Gangguan supplier mengacu pada terjadinya insiden yang terkait dengan supplier masuk, yang mengakibatkan ketidakmampuan perusahaan pembelian untuk memenuhi permintaan (Zsidisin, 2003). Ada beberapa penyebab gangguan supplier, bencana alam, kerusakan mesin, mogok kerja, dan kebangkrutan pemasok (Hsieh & Putera, 2018). Untuk mengatasi gangguan supplier, terdapat dua strategi, strategi mitigasi dan strategi kontingensi atau reaktif. Strategi mitigasi, seperti perencanaan supplier dan inventori, melibatkan perencanaan perusahaan dan mengerahkan upaya secara berkala. Sedangkan pada strategi kontingensi, perusahaan melakukan rute ulang dan pengelolaan permintaan pada saat terjadi gangguan (Tomlin, 2006). Pada beberapa kasus dalam industri proses, kedua jenis gangguan ini sering terjadi, namun berdasarkan penelitian sebelumnya, masih banyak yang belum mempertimbangkan gangguan supplier dan proses manufaktur dengan variabel stokhastik. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dilakukan pemodelan simulasi pada sebuah industri proses dengan mempertimbangkan gangguan supplier dan proses manufaktur.