2020 : Prototyping Prostesis Transfemoral dari Paduan Aluminium Lokal

Djoko Kuswanto ST.
Achmad Syaifudin ST.,M.Eng
Mohammad Khoirul Effendi S.T., M.Sc.Eng.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun 2018, di Indonesia terdapat 1.167.111 penyandang cacat yang merupakan warga kurang mampu. Dari data tersebut diketahui 274.880 jiwa di antaranya merupakan tunadaksa. Hasil survei dinas sosial RI pada tahun 2008 menunjukkan bahwa 21,86% dari total warga tunadaksa Indonesia mengalami kekurangan pada kemampuan penggunaan kaki. Besarnya angka warga tunadaksa meningkatkan permintaan alat gerak bantu, salah satunya adalah kaki prostetik. Tetapi masih banyak warga tunadaksa Indonesia yang kurang mampu untuk membeli kaki prostetik karena biayanya yang tinggi dan masih belum bisa ditanggung sepenuhnya oleh asuransi BPJS Kesehatan. Pada tahun 2019 telah dibuat kaki prostetik pasif SkyWalker karya laboratorium iDIG (Integrated Digital Design), Departemen Desain Produk Industri ITS. Kaki prostetik ini diperuntukkan untuk warga tunadaksa yang telah mengalami amputasi transfemoral. Rancangan SkyWalker telah direalisasikan dengan teknologi manufaktur 3D printing. Penggunaan teknologi manufaktur 3D printing serta komponennya yang mudah diganti diharapkan dapat menekan biaya produksi. Namun dalam masa pemakaiannya, timbul keretakan pada bagian sendi lutut yang disebabkan ketidakmampuan material 3D printing menopang beban. Penelitian ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut pengembangan kaki prostetik SkyWalker dengan menggunakan material berbasis aluminium dan bersifat modular teleskopik. Modular artinya sebagai komponen mampu tukar untuk berbagai usia pasien tuna daksa, dan teleskopik berarti dapat direntangkan untuk menyesuaikan dengan panjang kaki pasien tuna daksa. Pengujian standar ISO untuk kaki prostetik dalam hal kekuatan statik akan dilakukan sebagai tahapan awal sertifikasi prototipe.