2020 : ANALISA PERFORMA HIDRODINAMIKA RESCUE BOAT

Prof. Ir. I Ketut Aria Pria Utama M.Sc., Ph.D.
Dr. Ir. I Ketut Suastika M.Sc
Aries Sulisetyono ST, MA.Sc, Ph.D


Abstract

Instruksi Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor IM 10 Tahun 2018 adalah untuk menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di dalam Daerah Lingkungan Kerja dan Daerah Lingkungan Kepentingan pelabuhan bagi pengguna moda transportasi serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Kondisi cuaca masih berkontribusi signifikan terhadap kecelakaan kapal, Hal tersebut juga menjadi salah satu faktor penghambat operasi SAR (Search And Rescue) untuk mengevakuasi korban kecelakaan kapal di wilayah tersebut. Sebagai pihak yang bertanggung jawab menyelenggarakan pencarian dan pertolongan pada kecelakaan kapal, BASARNAS memerlukan keterampilan dari crew maupun keandalan armada yang digunakan untuk operasi SAR. Operasi pencarian dan pertolongan khususnya pada kecelakaan kapal, dibutuhkan kecepatan dan kehandalan dari armada kapal rescue dalam menghadapi tantangan kondisi cuaca dan gelombang laut yang ekstrem. Studi performance hidrodinamika rescue boat sangat penting dilakukan untuk mengetahui kemampuan kapal bertahan dalam kondisi berbahaya saat beroperasi. Performance hidrodinamika rescue boat antara lain: Hambatan, Daya, Olah Gerak dan Maneuver. Maka dari itu, diperlukan sebuah desain rescue boat yang mampu berakselerasi tinggi dan dapat menembus berbagai kondisi laut yang ekstrem. Rescue boat diperlukan juga kapal cepat yang berada di masing-masing pelabuhan yang berfungsi debagai kapal penyelamat. Hal ini menjadi penting karena tingkat kecelakaan kapal di Indonesia cukup tinggi. Hal ini sangat perlu dipertimbangkan karena Indonesia sedang berjalan menuju poros maritim dunia dan memerlukan penanggulangan yang representatif.