2019 : Parameterisasi dalam Penggabungan Program Arsitektur

Endy Yudho Prasetyo ST., MT.


Abstract

Pada saat ini kebutuhan manusia dalam beraktivitas dalam suatu konteks telah menjadi semakin kompleks dan dinamis (gambar 1). Kompleks dan dinamis yang dimaksud adalah, aktivitas manusia semakin beragam dan berubah-ubah seiring waktu. Hal ini memicu perubahan dalam arsitektur yang mana merupakan respon manusia akan pemenuhan kebutuhannya dalam beraktivitas [1], untuk berkembang menjadi kompleks dan dinamis. Perkembangan ini selanjutnya ditandai dengan adanya fenomena menggabungnya dua atau lebih program dalam sebuah arsitektur, crossprograming, transprograming, disprograming [2]. Dalam menggabungkan dua atau lebih program dalam sebuah arsitektur dibutuhkan suatu cara yang efektif sekaligus memberikan hasil yang optimal. Oleh sebab itu, teknik parameterisasi dipilih karena kemampuannya dalam memetakan karakteristik program arsitektur secara terperinci. Teknik ini memetakan setiap karakteristik program arsitektur dengan menggunakan beberapa parameter. Hasil pemetaan data selanjutnya akan digunakan sebagai acuan dasar dalam melakukan perancangan. Pemetaan ini bertujuan untuk memudahkan perancang dalam memberikan respon yang tepat dalam menggabungkan program arsitektur. Sehingga menghasilkan sebuah arsitektur yang kompleks dan dinamis.