2021 : REAKTIVASI SPENT BLEACHING EARTH (SBE) SEBAGAI MATERIAL BARU PENGADSORPSI LIMBAH CAIR TEKSTIL BERKELANJUTAN

Dr. Widya Utama DEA
Ervin Nurhayati S.T.,M.T.,Ph.D

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Jumlah Spent Bleaching Earth (SBE) pada tahun 2019 telah mencapai 778.894 ton dan lebih dari 50% hanya di timbun di TPA. Pengelolaan limbah SBE menjadi material baru berkelanjutan (waste to product) sangat diperlukan guna menambah nilai ekonomis dan mengurangi penimbunan. Pengolahan SBE sebagai adsorben mempertimbangkan unsur Si dan Al yang berlimpah dalam material SBE. Kedua unsur inilah yang akan berperan penting dalam menentukan kapasitas adsorpsi. Melalui penelitian tahun pertama terdahulu, material SBE sudah terbukti mampu mengadsorpsi pewarna sintetik namun dalam kapasitas yang kecil. Untuk meningkatkan kapasitas adsorpsi SBE, pada tahun kedua ini, salah satu fokus penelitian adalah untuk meningkatkan luas permukaan SBE dengan metode aktivasi secara kimia dan fisika untuk membuang zat pengotor di permukaan. Metode aktivasi yang digunakan adalah aktivasi pengasaman baik asam kuat maupun asam lemah dan disertai proses pemanasan. Analisis karakteristik Activated Spent Bleaching Earth (ASBE) dilakukan dengan beberapa metode yaitu uji SEM-EDS, uji BET, uji FTIR, dan uji XRD. Hasil dari pengujian akan didapatkan gambaran bentuk tekstural, morfologi, luas permukaan dan sebaran pori, serta struktur kimia ASBE. Selanjutnya, hasil karakteristik ASBE terbaik kemudian diuji kapasitas adsorpsi terhadap pewarna sintetik dan dilakukan analisis model isothermnya untuk mengetahui kapasitas maksimum adsorpsinya. Hasil dari penelitian ini akan menjadi dasar pengembangan lebih lanjut untuk scale up study dalam rangka hilirisasi produk penelitian. Dalam penerapannya di lapangan kelak, material adsorban ini dapat dipakai khususnya untuk mengolah limbah dari industri berbahan baku dan berbahan sampingan zat warna, agar limbah tekstil dapat aman bagi lingkungan. Dengan demikian, pada industri hilir, produk penelitian ini menunjang program Sustainable Development Goals No. 11 dan 12 yakni Sustainable cities and communities dan Responsible consumption and production. Penelitian ini juga merupakan bagian dari implementasi payung kerjasama ITS melalui Puslit Infrastruktur dan Lingkungan Berkelanjutan dengan PT Prasadha Pamunah Limbah Industri, sesuai dengan ranah kerja masing-masingnya.