2019 : UJI LAB TRANSIEN TEGANGAN PADA KAPAL DYNAMIC POSITIONING DALAM RANGKAIAN TERTUTUP

Ir. Sardono Sarwito M.Sc
Dr. Eddy Setyo Koenhardono ST,M.Sc.
Indra Ranu Kusuma ST.,M.Sc
Juniarko Prananda S.T., M.T.


Abstract

Instalasi listrik kapal merupakan salah satu instalasi yang sangat penting untuk mengoptimalkan kinerja operasional kapal itu sendiri. Instalasi tersebut dimulai dari unit pembangkit listrik yang berupa generator yang kemudian akan melalui berbagai macam komponen sistem distribusi. Perancangan instalasi listrik kapal ini tentu harus berdasarkan pada persyaratan atau ketentuan yang berlaku untuk sistem di kapal. Selain itu pemilihan generator yang sesuai dengan kebutuhan harus melewati beberapa tahap sampai akhirnya ditemukan tipe mesin yang cocok untuk dipasang di kapal. Tahap tersebut antara lain perhitungan daya yang dibutuhkan, penentuan tipe dan ukuran yang sesuai dengan kondisi ruang yang akan ditempati.Perencanaan sistem kelistrikan di kapal harus mampu menjaga kontinyuitas ketersediaan tenaga listrik yang ada, sehingga dalam perencanaannya diperlukan pertimbangan-pertimbangan agar generator yang digunakan dapat melayani kebutuhan listrik secara optimal pada berbagai kondisi operasi di kapal. Kondisi operasi sebuah kapal terbagi menjadi kondisiberlayar, bermanuver, bongkar muat,dan berlabuh (sandar). Dengan adanya pertimbangan kondisi operasi tersebut, maka akan diperoleh pelayanan kebutuhan tenaga listrik secara optimal. Dynamic Positioning (DP) merupakan suatu sistem yang digunakan untuk mendukung pekerjaan kapal di lepas pantai yang terdiri dari kumpulan peralatan serta sistem kontrol yang bekerja secara bersamaan guna menjaga posisi dari suatu kapal sesuai dengan ordinat yang telah diinput ke dalam sistem. Pemasangan dynamic positioning system pada kapal mempengaruhi sistem kelistrikan kapal tersebut. Pemasangan komponen tentunya menambah beban yang harus disuplai oleh tenaga listrik, sehingga berdampak juga terhadap pemilihan pembangkit tenaga listrik pada kapal tersebut. Suatu pembangkit tenaga listrik di kapal harus mampu menyuplai seluruh beban di kapal secara kontinyu sehingga pemilihan generator dan konfigurasi sistem harus sangat diperhatikan. DP sistem pada umumnya terdiri dari power system, thruster system, dan control system. Dengan majunya teknologi di bidang perkapalan khususnya di bidang dynamic positioning system, sistem kelistrikan kapal bisa memakai konfigurasi closed bus yang divariasikan menjadi split plant untuk mendukung redundansi pada sistem. Konfigurasi closed bus memungkinkan sistem untuk memaksimalkan efisiensi penggunaan generator karena pengoperasiannya mendekati beban total. Sementara konfigurasi split plant memungkinkan sistem untuk dapat mengisolasi kegagalan hanya pada satu bagian sistem. Penggunaan konfigurasi split plant ternyata menghasilkan emisi yang lebih banyak sehingga beberapa pihak mempertimbangkan untuk menggunakan konfigurasi closed bus pada kapal yang dilengkapi dynamic positioning system. Pada kenyataannya kondisi di lapangan yang tidak menentu sesuai dengan faktor lingkungan yang terlibat dapat menyebabkan suatu sistem mengalami gangguan. Suatu sistem kelistrikan rentan terhadap gangguan sehingga suatu sistem harus memiliki kemampuan untuk mempertahankan kondisi sinkronnya, kemampuan ini dinamakan kestablian transien. Gangguan kestabilan trasien ini terjadi apabila ada kelebihan beban pada salah satu generator, starting pada motor, dan juga hubungan singkat pada komponen yang biasanya terjadi pada kapal yang dilengkapi dengan dynamic positioning system. Pada tugas akhir ini akan dilakukan analisis transien teganganpada kapaldynamic positioning dalam rangkaian tertutupberbasis skala laboratorium pada setiap konfigurasi yang akan dilakukan.