2019 : Pengembangan Mekanisme Routing Adaptif dan Penanganan Routing Hole Untuk Pengurangan Kongesti Dan Peningkatan Kinerja Jaringan Sensor Nirkabel

Waskitho Wibisono S.Kom., M.Eng., Ph.D
Tohari Ahmad S.Kom., MIT, Ph.D
Royyana Muslim Ijtihadie S.Kom, M.Kom., Ph.D


Abstract

Teknologi informasi telah banyak mendukung kegiatan manusia, seperti pada bidang perawatan kesehatan, militer, pemantauan lingkungan dan lain sebagainya. Salah satu teknologi informasi yang terus berkembang dengan pesat adalah di bidang Wireless sensor networks (WSN). WSN merupakan himpunan dari banyak node sensor yang mampu berkomunikasi dan bekerja sama dalam melakukan sebuah pekerjaan tertentu. WSN m erupakan bagian dari jaringan nirkabel yang tersusun dari banyak node yang berukuran kecil, portable, beroperasi dengan sumber daya yang terbatas namun memiliki kemampuan sensing, komputasi dan komunikasi nirkabel. Teknologi WSN telah banyak digunakan dalam pengamatan kondisi lingkungan, misalnya terkait polusi udara perkotaan, kualitas air, tsunami, kebakaran hutan dan masih banyak lagi Node sensor pada WSN umumnya berukuran kecil dan memiliki kemampuan komputasi, komunikasi serta penginderaan. Tugas utama node sensor adalah mengumpulkan informasi dengan melakukan sensing target seperti panas, cahaya, dan suhu. Kemudian informasi ini dikirimkan ke sink dalam bentuk respon query menggunakan routing protocol tertentu. Sink bertugas untuk mengumpulkan data penginderaan dari node sensor, kemudian meneruskannya ke perangkat atau sistem lain, seperti ke database server untuk penyimpanan.Node sensor berkomunikasi melalui sinyal radio jarak pendek yang saling terhubung untuk menyelesaikan tugasnya. Namun node sensor memiliki keterbatasan memori, sumber daya pengolahan, energi dan masa pakai. Keterbatasan dari node sensor bisa mempengaruhi kinerja jaringan, seperti Network Lifetime, Packet Delivery Ratio dan Delay event detection. Beberapa penelitian yang telah dilakukan untuk dapat meningkatkan kinerja jaringan, diantaranya Shortest Geopath Routing (SGP) yang merupakan Routing berbasis tetangga terdekat dan lokasi yang cukup efisien. Routing protocol ini mempertimbangkan pemilihan jalur berdasarkan jarak terdekat antara suatu node dengan tetangganya hingga mencapai sink. Permasalahan dalam SGP adalah dapat terjadinya kongesti yang menyebabkan packet drop dan sering terjadi hole yang dapat menyebabkan kegagalan pengiriman data menuju sink. Oleh karena itu SGP akan dikembangkan lebih jauh dengan melakukan skema swing routing agar kemacetan dapat dikurangi dan penanganan routing hole untuk mengurangi terjadinya paket drop. Sehingga kinerja Shortest Geopath Routing Protocol diharapkan dapat lebih optimal, keadaan ini ditandai dengan meningkatnya network lifetime, packet delivery ratio dan berkurangnya delay event detection (packet delay).