2020 : Penyusunan Arsitektur Teknologi dan Sistem Informasi yang Mendukung Misi Bidang SDMO dan TSI Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Penelitian Tahun ke-1 dari 2 Tahun)

Umi Laili Yuhana S.Kom., M.Sc.
Rizky Januar Akbar S.Kom., M.Eng.
Dini Adni Navastara S.Kom., M.Sc.
Anisah Herdiyanti Prabowo S.Kom., M.Sc.


Abstract

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kian menekankan pentingnya peran teknologi dan sistem informasi yang secara eksplisit terlihat dalam Misi ITS 2020-2030: “Memberikan kontribusi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan manajemen yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi� Manajemen berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berada dalam naungan Wakil Rektor III Bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi (SDMO) dan Teknologi Sistem Informasi (TSI) yang dimanatkan kepada Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (DPTSI). Namun, unit yang berfungsi menyediakan dan mengelola layanan TSI dalam rangka perwujudan ITS Smart Campus tersebut belum dapat secara optimal mendukung pencapaian visi dan misi ITS. Hal ini dikarenakan DPTSI belum mendefinisikan rencana strategis sebagai bentuk perwujudan keselarasan strategi TSI dan strategi institut. Permasalahan yang timbul diantaranya: a) tidak adanya keseragaman dan keteraturan dalam pengembangan TIK oleh entitas (unsur pelaksana akademik/pelaksana administrasi/penunjang/pengembang dan pelaksana tugas strategis) sehingga mengalami tumpeng tindih; b) pengembangan TSI bersifat adhoc sehingga belum terpusat dan belum berkelanjutan; c) pemanfaatan TSI belum optimal sehingga belum memberikan manfaat yang dapat memberikan nilai bagi pemangku kepentingan. Untuk dapat memberikan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan – di samping juga menjawab tuntutan PTN-BH, ITS memandang perlu menyusun Rencana Induk ITS tahun 2020-2025. Rencana Induk ITS tersebut berisikan arsitektur yang mengacu kepada definisi yang tercantum dalam pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2018 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) adalah kerangka dasar yang mendeskripsikan diantaranya: integrasis proses bisnis, data dan informasi, sistem informasi, infrastruktur, dan keamanan yang disusun untuk periode lima tahun. Mengacu kepada kebutuhan tersebut, ITS memerlukan arsitektur data dan informasi SPBE (termasuk integrasi proses bisnis), arsitektur sistem informasi SPBE, arsitektur infrastruktur SPBE, dan arsitektur keamanan SPBE. Penelitian tahun pertama 2020 yang diusulkan dalam proposal ini berfokus kepada penyusunan arsitektur data dan informasi SPBE dan arsitektur sistem informasi SPBE seperti mengacu kepada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2018 Tentang SPBE. Kedua arsitektur yang disusun akan langsung divalidasi melalui focus group discussion (FGD) kepada Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi yang memiliki kewenangan merencanakan dan mengeksekusi rencana yang dirancang dalam arsitektur tersebut. Hasil dari tahun pertama penelitian meliputi: a) Kajian Kondisi Eksisting Lingkungan Bisnis dan TIK; b) Arsitektur Data dan Informasi; c) Arsitektur Sistem Informasi. Sementara tahun kedua penelitian akan berfokus kepada: i) Arsitektur Infrastruktur; ii) Arsitektur Keamanan; iii) Peta Pandu Teknologi dan Sistem Informasi.