2019 : Rumah Singgah untuk Penderita Kanker dengan Konsep Healing Environment

Ima Defiana ST. MT.


Abstract

Kanker menjadi salah satu permasalahan kesehatan di Indonesia. Pengobatan kanker membutuhkan waktu yang lama dan mahalnya biaya pengobatan. Bagi penderita kanker asal luar Jakarta harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi maupun penginapan. Rumah singgah didesain untuk para penderita kanker yang berasal dari luar daerah Jakarta, yang sedang melakukan pengobatan atau menunggu jadwal kemoterapi di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Rumah singgah mampu memberikan pengaruh positif pada proses penyembuhan bagi penderita kanker, dan menghadirkan interaksi sosial antar penderita kanker. Interaksi ini akan memberikan sebuah dukungan psikis. Sebuah teori yang menyatakan bahwa faktor lingkungan merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam proses pengobatan dibandingkan dengan faktor medis. Oleh karena itu, rumah singgah dirancang dengan konsep healing environment agar dapat menciptakan lingkungan positif. Metode merancang dengan menggunakan metode Multi Sensory Experience. Multi Sensory Experience memberikan pengalaman sense seperti visual, pendengaran, peraba dan penciuman yang dapat memberikan efek healing bagi pengguna. Kriteria perancangan secara keseluruhan merujuk pada konsep healing environment. Dalam aspek arsitektur, rancangan dapat memperhatikan bentuk, sirkulasi, tata ruang dan perletakkan bukaan, pencahayaan, penghawaan, warna dan tekstur material. Aspek non-arsitektural dapat dihadirkan melalui rancangan taman merujuk pada kriteria healing garden. Sebuah hasil penelitian bahwa suara alam, alam terbuka dengan …