2019 : Identifikasi Potensi Longsor Bawah Air (Underwater Landslide) di Teluk Palu

Danar Guruh Pratomo ST.MT.

Year

2019

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pada tanggal 28 September 2018 terjadi gempa dengan magnitudo 7,7SR yang berlokasi sekitar 26 km utara Donggala, Sulawesi Tengah. Gempa ini mengakibatkan kerugian yang cukup signifikan, baik dari segi material maupun jiwa. Gempa ini juga mengakibatkan terjadinya tsunami yang melanda sejumlah wilayah, antara lain Palu, Donggala, dan Mamuju. Ketidakstabilan kemiringan di bawah laut yang terkait dengan longsoran bawah laut dapat disebabkan oleh runtuhnya sedimen yang belum terkonsolidasi akibat proses tektonik, seperti gempa bumi atau oversteepening (persimpangan antar lempeng). Adanya pergerakan vertikal di sesar yang ada di dasar laut serta bentuk topografi dasar laut Teluk Palu yang curam memungkinkan terjadinya longsor di lokasi yang memiliki kemiringan terjal akibat gempa. Hal ini memicu terjadinya tsunami karena kondisi geomorfologi yang curam dan tipe batu yang tidak terkonsolidasi mungkinkan terjadinya longsor tebing laut. Potensi longsor di bawah laut sudah seharusnya menjadi perhatian bersama. Solusi untuk memetakan potensi-potensi longsor bawah laut adalah dengan melakukan survei pemetaan bawah laut menggunakan data bathimetri dan persebaran sedimen permukaan dasar perairan. Penelitian ini menggunakan data batimetri untuk mengetahui bentuk dan nilai kemiringan topografi dasar laut. Sedangkan untuk data persebaran sedimen di permukaan dasar perairan akan diturunkan dari data hambur balik (backscatter). Berdasarkan kedua data dasar tersebut, penelitian ini mencoba untuk melakukan identifikasi potensi longsor bawah air (underwater landslide) di daerah Teluk Palu, Sulawesi Tengah.