2020 : SINTESIS FLOKULAN ANIONIK BERBASIS POLY(SODIUM ACRYLATE-CO­-ACRYLAMIDE) UNTUK PROSES PEMURNIAN NIRA

Ir. Agung Subyakto MS.
Saidah Altway ST., MT.
Daril Ridho Zuchrillah ST., MT
Dr.Eng. Achmad Dwitama Karisma S.T.,M.T


Abstract

Gula merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi penduduk Indonesia dan angka permintaan gula di Indonesia cukup tinggi, sehingga pemerintah memberikan perhatian besar terhadap penyediaan gula. Akan tetapi, gula nasional sulit bersaing dengan gula impor, yang berakibat pada permasalahan gula nasional dari segi bahan baku dan produksi. Standar kualitas produk di industri gula sangat dipengaruhi oleh proses pemurnian. Diharapkan nira yang keluar dari proses pemurnian mempunyai kualitas yang baik sehingga dapat menghasilkan gula dengan kualitas tinggi pula. Penggunaan flokulan sudah banyak digunakan dalam industri gula. Namun sebagian besar flokulan tersebut masih diimpor yang mengakibatkan besarnya ketergantungan terhadap nilai dollar. Penggunaan flokulan impor ini terkadang mengakibatkan ketidaksesuaian karakteristik suspended solid yang dihasilkan pada proses pemurnian nira, karena mekanisme flokulasi sangat bergantung pada jenis tebu, nilai pH, derajat disosiasi, berat molekul, serta kosentrasi atau dosis flokulan yang ditambahkan. Penggunaan polimer sintetik dengan berat molekul tinggi berbahan dasar polimer anionik berbasis acrylamide sebagai flokulan untuk meningkatkan pemisahan padat-cair sangat umum digunakan dalam banyak proses industri, salah satunya pada proses produksi gula tebu. Meskipun flokulan polimer sangat penting dalam industri gula dan proses indutri lainnya, masih sedikit studi sistematis tentang pengaruh sifat polimer pada efisiensi proses flokulasi yang telah dilaporkan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk meningkatkan efektivitas proses flokulasi dengan penambahan flokulan poly(sodium acrylate-co-acrylamide). Penentuan jenis dan dosis flokulan yang tepat dapat mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan untuk proses produksi gula, khususnya pada proses pemurnian nira. Poly(sodium acrylate-co-acrylamide) disintesis menggunakan metode kopolimerisasi dengan perbandingan kosentrasi acrylic acid dan acrylamide yaitu 0:100, 20:80, 40:60, 50:50, 60:40, 80:20, 100:0. Ada dua tahapan sintesis yaitu pembuatan Sodium acrylate dilanjutkan dengan pembuatan polimer. Kondisi operasi kopolimerisasi dilakukan pada suhu 50 oC selama 3 jam dengan dialiri gas nitrogen ke dalam reaktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh perubahan faktor-faktor dalam proses pembuatan flokulan terhadap properti flokulan dan kinerjanya dalam proses pemurnian nira untuk pemisahan pengotor. Setelah mendapatkan hasil optimum fokulan yang disintesis, penelitian ini dapat dilanjutkan untuk diujikan pada skala pabrik (plant test) di PG Kremboong, Sidoarjo Jawa Timur.