2020 : Analisa Pengaruh Jumlah Layer Separator, Jenis Carbon Cloth, Modifikasi Elektroda dan Jarak Separator-Katoda Dalam Tubular Microbial Fuel Cell Untuk Aplikasi Reduksi Limbah Cr (VI)

Ir. Nuniek Hendrianie
Dr. Ir. Sri Rachmania Juliastuti M.Eng
Dr.Eng. Raden Darmawan S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Microbial Fuel Cell (MFC) merupakan bioreaktor yang mengkonversi energi kimia yang disimpan dalam ikatan-ikatan pada bahan-bahan organik menjadi listrik melalui reaksi biokatalis oleh mikroorganisme. MFC mampu memproduksi listrik dari air limbah dan dapat mendekomposisi polutan organic. Kinerja dari MFC dalam menghasilkan energi listrik dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jenis elektroda, penggunaan katalis pada elektroda, jenis mikroba yang digunakan, jenis kontaminan yang di degradasi, jenis konfigurasi, serta jenis separator yang digunakan dan kondisi operasi dari MFC, dsb. Salah satu kendala dalam aplikasi MFC adalah transfer proton yang lambat dari ruang anoda ke katoda, hal tersebut yang menyebabkan peristiwa pH splitting, yang berujung pada menurunnya stabilitas sistem dan kinerja bioelektrokimia, serta meningkatkan resistansi internal keseluruhan MFC. Anolyte yang digunakan pada penilitian ini adalah molase (berfungsi sebagai carbon source), sementara catholyte yang digunakan adalah reduksi limbah Cr (VI), oksidasi bahan organik pada anoda menggunakan mikroorganisme Shewanella oneidensis yang dikenal sebagai electrochemically active bacteria (EAB) yang dapat melakukan transfer elektron secara langsung (DET). Pada penelitian ini layer separator akan divariasikan sejumlah 1, 3 dan 5 layer, dengan menggunakan berbagai jenis carbon cloth mulai dari carbon cloth, carbon cloth 3F, carbon cloth 5F, yang nantinya jenis carbon cloth terbaik akan di lakukan modifikasi lebih lanjut dengan menambahkan dedak beras pada anoda, sedangkan pada katoda akan ditambahkan katalis Fe/Pd NP, selain itu, jarak separator-katoda juga divariasikan mulai dari 0 cm, 0.5 cm dan 1 cm. Sehingga, pada penelitian ini akan dipejalari pengaruh jumlah layer separator GORE-Tex®, jenis carbon cloth, modifikasi elektroda dan pengaruh jarak separator-katoda terhadap performa tubular microbial fuel cell dalam menstransferkan proton H+, peristiwa pH splitting dan power density yang dihasilkan, serta performanya dalam mereduksi limbah. Key words: Tubular MFC, Limbah Cr (VI), Shewanella oneidensis, GORE-Tex®, Carbon Cloth, Dedak Beras, Fe/Pd NP