2018 : Sintesis Kompleks dengan Ligan Turunan N-(alilkarbamotioil) benzamida Untuk Mendapatkan Senyawa Anti Kanker Baru

Drs. Agus Wahyudi MS.
Prof. Dr. Dra. Fahimah Martak M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kanker merupakan penyebab kematian kedua di dunia dan penyebab kematian kelima terbesar di Indonesia setelah stroke, tuberkolosis, hipertensi, dan diabetes melitus. Data dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2016 melalui Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) menyebutkan bahwa prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk. Tingginya prevalensi penyakit ini menjadi masalah yang serius dalam dunia kesehatan. Berdasarkan jenis kelamin, diketahui bahwa jenis kanker tertinggi di Indonesia pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker rahim. Sedangkan pada laki-laki adalah kanker paru dan kanker kolorektal (WHO, 2017). Dalam dunia kedokteran, kemoterapi masih tetap menjadi pilihan penting untuk pengobatan penyakit kanker, selain pengobatan dengan cara bedah dan radiasi. Penggunaan kemoterapi yang tersedia sering dibatasi tertutama karena efek samping yang tidak diinginkan dan pilihan yang terbatas dari obat kanker (Siswondono dan Soekardjo, 2008). Dengan demikian, keberhasilan pengobatan kanker menjadi tantangan di abad 21 ini. Penelitian ini merupakan salah satu upaya pengembangan senyawa antikanker baru untuk mendapatkan aktivitas yang lebih baik. Pada studi ini akan dikembangkan senyawa N-(alilkarbamotioil) benzamida dan turunannya yang dapat disintesis dari aliltiourea dan turunan benzoil klorida. Turunan tersebut mengandung gugus farmakofor tiourea yang diperlukan untuk aktivitas sitotoksik. Dibanding hidroksiurea, obat anti kanker turunan urea yang secara klinis sudah digunakan, turunan ini memiliki sifat kimia fisika yang lebih baik. Hidroksiurea memiliki nilai ClogP= -1,8 Etot= -43,39 dan CMR = 1,57; Aliltiourea nilai ClogP = 0 ,08 Etot=-78,41 dan CMR = 3,63; sedang N-(alilkarbamotioil)benzamida mempunyai nilai ClogP = 2,04 Etot=-34,74 dan CMR = 6,64 (CambridgeSoft, 2012). Modifikasi struktur N-(alilkarbamotioil)benzamida perlu dilakukan dengan penambahan 12 (dua belas) macam substituen pada inti benzene berdasarkan perbedaan sifat lipofilik, elektronik, dan sterik dalam upaya meningkatkan aktivitas senyawa. Pada sintesis kompleks dari ligan turunan N-(alilkarbamotioil)benzamida, diawali dengan sintesis ligan turunan N-(alilkarbamotioil)benzamida. Ligan tersebut disintesis dengan reaksi Schotten-Baumann menggunakan basa trietilamin. Sintesis tersebut dilakukan melalui reaksi asilasi benzoil klorida dan turunannya terhadap aliltiourea, yaitu senyawa turunan tiourea, yang mempunyai struktur sederhana dan memiliki gugus amin primer (-NH2). Senyawa hasil sintesis diuji kemurniannya dengan uji titik leleh dengan kromatografi lapis tipis satu dimensi dan dua dimensi, dan dikonfirmasi strukturnya dengan spektrofotometer Infra merah, nuclear magnetic resonance (NMR) dan spectrometer massa (HRMS). Selain itu, juga ditentukan aktivitas sitotoksik senyawa kompleks dari ligan turunan N-(alilkarbamotioil)benzamida secara in vitro pada sel line kanker payudara manusia MCF-7 Hasil penelitian ini, diharapkan akan membuka jalan bagi penemuan senyawa antikanker baru dari senyawa kompleks dengan ligan turunan N-(alilkarbamotioil)benzamida yang memiliki aktivitas sitotoksik dan bekerja secara spesifik pada reseptor HER-2. Dengan demikian penemuan antikanker baru dari senyawa kompleks turunan N-(alilkarbamotioil)benzamida diharapkan menjadi obat kanker yang menjanjikan di masa yang akan datang.