2019 : SINTESIS KOMPOSIT MESOPORI Al-UiO-66 SERTA APLIKASINYA PADA ESTERIFIKASI MINYAK KEMIRI MENJADI BIODIESEL DAN ADSORBEN ZAT WARNA DALAM AIR

Ir. Endang Purwanti Setyaningsih MT.
Dr. Afifah Rosyidah S.Si,M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

ABSTRAK Beberapa kegiatan industri menghasilkan limbah yang berbahaya dan sulit diuraikan dalam lingkungan. Salah satunya adalah limbah pewarna yang dihasilkan oleh industri tekstil, kertas hingga kulit. Salah satu zat warna yang banyak ditemukan dalam limbah pewarna adalah Eriochrome Black-T (EBT). Berbagai upaya dilakukan untuk menghilangkan pewarna EBT dalam air, salah satu metode yang banyak dilakukan adalah metode adsorbsi menggunakan karbon aktif. Di sisi lain, dalam upaya turut berperan dalam pengembangan perguruan tinggi di bagian terluar wilayah Indonesia, dilakukan kerjasama dengan Universitas Tribuana Kalabahi di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Salah satu sumber daya alam yang potensial dari Alor adalah biji kemiri yang mengandung minyak kemiri lebih dari 60%. Melalui reaksi esterifikasi minyak kemiri dengan metanol menggunakan katalis asam menghasilkan biodiesel yang akan bermanfaat bagi pengembangan potensi daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan adsorben dan katalis baru. Metal Organic Frameworks (MOF) atau polimer koordinasi merupakan material kristalin berpori yang tersusun atas ion logam atau kluster logam dan ligan organik polidentat dengan ikatan koordinasi membentuk struktur kerangka tiga dimensi dengan pori tertentu. Banyaknya jenis ion logam dan senyawa organik yang dapat dikombinasikan, dihasilkan jenis MOF yang bervariasi, dengan luas permukaan, ukuran pori, stabilitas termal dan stabilitas kimia yang berbeda, serta telah diaplikasikan antara lain sebagai katalis dan adsorben. Pada penelitian kami sebelumnya, telah berhasil disintesis MOF tipe UiO-66 yang memiliki luas permukaan mencapai 467 m2/g dan stabilitas termal mencapai 500 °C, serta memiliki aktivitas yang tinggi sebagai katalis pada reaksi esterifikasi Palm Fatty Acid Destilate (PFAD). Meskipun demikian, katalis UiO-66 memiliki kelemahan dengan ukuran pori yang kecil, sehingga menghalangi difusi reaktan yang memiliki ukuran molekul besar. Peningkatan ukuran pori UiO-66 dapat dilakukan dengan penambahan modulator dan/atau penambahan material berpori seperti MCM-41. Selain itu, untuk peningkatan aktivitasnya sebagai katalis, perlu ditambahkan logam lain seperti aluminium. Pada penelitian ini akan disinteis katalis baru Al-UiO-66 dan Al-MCM-41/UiO-66 untuk aplikasi sebagai katalis pada reaksi esterfikasi. Material hasil sintesis akan dikarakterisasi dengan XRD, FTIR, SEM, TEM, TGA, adsorpsi desorpsi nitrogen serta diuji kinerjanya sebagai katalis pada esterifikasi minyak kemiri menghasilkan biodiesel dan sebagai adsorben zat warna dalam air. Penelitian yang diusulkan ini sesuai dengan Road Map Pusat Studi Pemukiman, Lingkungan dan Infrastruktur ITS di bidang Pengembangan Teknologi Pengolahan Limbah Cair. Penelitian EPI-UNET diusulkan dalam upaya menjalin kerjasama yang membangun dengan Perguruan Tinggi di Indonesia Bagian Timur dalam hal ini Universitas Tribuana Kalabahi, Kabupaten Alor NTT. Pemilihan minyak kemiri sebagai minyak nabati untuk menghasilkan biodiesel karena Potensi Kemiri yang besar di daerah ini. Hasil penelitian ini akan dipublikasikan pada Seminar Internasional, Jurnal Nasional serta Jurnal Internasional terindeks scopus. Kata kunci: Adsorpsi; Zat Warna; Al-UiO-66; adsorben; katalis; esterifikasi, minyak kemiri; biodiesel