2019 : Pengembangan Alat Ukur Peningkatan Hambatan Kapal Akibat Kekasaran Biofouling sebagai Antisipasi Pemborosan Energi pada Kapal

Prof. Ir. I Ketut Aria Pria Utama M.Sc., Ph.D.
Dr. Ir. I Ketut Suastika M.Sc
Ahmad Nasirudin ST., M.Eng


Abstract

Ditengah gencarnya isu efisiensi energi dan perubahan iklim, International Maritime Organization (IMO) merilis data emisi di sector pelayaran seluruh dunia dan mengeluarkan peraturan tentang index efisiensi energi. Salah satu penyebab pemborosan energi di kapal adalah menempelnya biofouling yang menyebabkan lambung kapal menjadi kasar sehingga meningkatkan hambatan kapal. Peningkatan hambatan kapal berujung pada kebutuhan energi tambahan dan emisi. Akurasi estimasi peningkatan hambatan akibat biofouling sangat penting untuk menghitung dampak ekonomi dan lingkungan yang harus diantisipasi oleh pemilik kapal maupun pemerintah, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dan banyak kapal yang beroperasi diperairan Indonesia. Pada penelitian ini diusulkan suatu metode baru untuk memprediksi peningkatan hambatan kapal akibat kekasaran biofouling yang kedepan diharapkan dapat menjadi suatu alat praktis yang siap guna. Kekasaran biofouling yang sangat acak, dipindai dengan portable 3D scanner yang kemudian hasilnya dioleh dilaboratorium secara eksperimen dan numerik. Hasil eksperimen dan numerik diolah menggunakan model statistic, sehingga mendapatkan formula untuk mendapatkan prediksi nilai hambatan tambahan akibat suatu biofouling. Dari hasil alat ini, pemilik kapal dan regulator dapat menindak lanjuti apakah harus dilakukan pembersihan atau tidak. Jika semua ribuan kapal yang beroperasi di perairan Indonesia dapat menerapkan hal ini, diharapkan penurunan emisi dapat terjadi, serta masalah-masalah lain akibat biofouling juga dapat diminimalisir.