2019 : PERBAIKAN KURIKULUM MATA KULIAH TEORI PELUANG UNTUK MENDUKUNG KOMPETENSI MAHASISWA MATEMATIKA BERUPA SERTIFIKASI PROFESI AKTUARIS

Endah Rokhmati Merdika Putri S.Si.M.Si., Ph.D
Wawan Hafid Syaifudin M.Si., MAct.Sc

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kualitas sumber daya manusia di Indonesia merupakan salah satu kunci agar dapat bersaing di era revolusi industri 4.0 sekarang ini. Sebagai lembaga pendidikan yang berperan membentuk sumber daya manusia melalui lulusannya, lembaga harus mampu mengikuti perubahan yang terjadi. Agar lulusan bisa kompetitif di era ini maka diperlukan suatu orientasi baru kurikulum sebagai modal dasar. Kurikulum tersebut yang akan dapat mempersempit gap yang terjadi antara kesesuaian kecakapan kerja yang diperlukan dengan yang dipelajari di proses pendidikan yang ditempuh. Sarjana Matematika mempunyai bidang pekerjaan yang sangat luat termasuk bidang keuangan dan aktuaria. Seiring dengan program pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menggiatkan program 1000 aktuaris, maka kesempatan yang sangat baik bagi sarjana Matematika untuk dapat berkiprah. Oleh karena itu kesiapan sarjana Matematika untuk dapat mengisi kesempatan tersebut harus menjadi perhatian. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana Departemen Matematika dapat memperbaiki kurikulum mata kuliah Teori Peluang sebagai mata kuliah dasar program sarjana Matematika. Perbaikan ini akan didasarkan pada proses perbandingan dengan kurikulum ujian sertifikasi aktuaria modul A20 tentang Teori Peluang. Dengan perbanding tersebut akan diukur tingkat keluasan dan kedalaman masing-masing kurikulum untuk kemudian akan dilakukan pencocokan. Workshop untuk para dosen pengampu mata kuliah juga akan dilakukan untuk memberikan paparan tentang hasil pemetaan masing-masing kurikulum, yaitu mata kuliah Teori Peluang di Departemen Matematika dan modul ujian sertifikasi aktuaris A20 Teori Peluang. Kuisioner akan dibagikan sebelum dan sesudah workshop untuk mengukur tingkat pemahaman dosen tentang perbandingan kedua kurikulum tersebut dan menggali saran dari para dosen pengampu mata kuliah. Selanjutnya rekomendasi perbaikan kurikulum akan disusun berdasarkan hasil pemetaan, kuisioner, dan saran dari dosen pengampu.