2017 : PEMETAAN DAN PENYUSUNAN STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF PADA USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DI KAMPUNG DOLLY KOTA SURABAYA

Ema Umilia S.T., M.T
Vely Kukinul Siswanto ST, MT

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Indonesia saat ini perlu meningkatkan daya saing produk-produk lokal agar dapat bersaing di pasar global demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah perlunya peningkatan usaha pengembangan industri kreatif. Hal ini terjadi karena saat ini dunia telah memasuki era kreatif. Kontribusi ekonomi kreatif sangat signifikan bagi perekonomian. Pada tahun 2013 ekonomi kreatif menyumbang 7,05 persen PDB Indonesia atau sekitar 641.815,4 miliar rupiah dari total PDB yang mencapai 9.109.129,4 miliar rupiah. Potensi ekonomi kreatif ini kemudian dikembangkan dengan berbasis usaha mikro kecil menengah (UMKM). UMKM mampu menyerap tenaga kerja cukup besar dan memberi peluang suatu usaha untuk berkembang dan bersaing dengan perusahaan yang lebih cenderung menggunakan modal besar (capital intensive) (Sudaryanto, 2012). \nKampung Dolly merupakan sebuah kampung di Kota Surabaya yang pada zaman dahulu terkenal sebagai kawasan prostitusi terbesar di Asia Tenggara. Saat ini Walikota Surabaya ibu Tri Rismaharini telah merubah branding negatif Kampung Dolly menjadi kampung wisata dengan beragam pilihan mulai dari kampong seni mural, kampong bermain, kampong seni, kampong hijau, kampong oleh-oleh dan kampong kuliner. \nSegala potensial yang dimiliki kampong Dolly harus dapat direncanakan dengan baik dengan menyusun strategi pengembangan yang tepat dan salah satunya adalah merencanakan pengembangan industri kreatif untuk mendukung kampung wisata, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan daya saing industri kreatif yang terdapat di Kota Surabaya ke tingkat nasional maupun internasional. \n\n