2019 : PERBANDINGAN DESIGN LADDER DIAGRAM MENGGUNAKAN STATE DIAGRAM DAN METODE HUFFMAN UNTUK CRUDE PALM OIL PROCESS

Dr.Ir. Mochammad Rameli
Ir. Rusdhianto Effendie AK M.T.
Eka Iskandar S.T, M.T

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu tanaman perkebunan di indonesia yang memiliki masa depan yang cukup cerah sebagai bahan baku industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar. Kelapa sawit berasal dari luar indonesia, namun cocok hidup dan berkembang di indonesia dan menjadi komoditas ekspor di Indonesia. Indonesia adalah negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Perkebunannya telah menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Pangsa pasar minyak hasil olahan dari kelapa sawit cukup besar di dalam negeri dan peluang pasaran ekspornya senantiasa terbuka sehingga menjadi komoditas ekspor yang handal dari Indonesia. Banyaknya permintaan produk minyak hasil olahan kelapa sawit di dalam negeri dan luar negeri mendorong pendirian pabrik pengolahan kelapa sawit (CPO) di indonesia. Saat ini diperkirakan jumlah pabrik kelapa sawit (PKS) di Indonesia sekitar 713 dengan kapasitas 38.268 ton tandan buah segar (TBS) perjam. Dengan luas lahan sawit sekitar 9.2 juta hektar (ha) dan produksi CPO sekitar 29.5 juta ton. [4] Dalam proses pengolahan buah sawit menjadi minyak sawit mentah (crude palm oil) terdapat lima proses umum. Yaitu sterilisasi (perebusan buah sawit), penebahan (pemisahan buah sawit dari tandan), pelumatan (pemisahan daging buah dari biji), pengepresan (pemisahan minyak dari daging buah), dan klarifikasi (pemisahan minyak, air, dan kotoran). Ada 3 sistem pengoperasian yang biasa diterapkan dalam proses pengolahan ini. Pertama, pengoperasian manual dimana keputusan manusia sangat menentukan dalam keberlanjutan proses produksi. Kedua, pengoperasian semiotomatis dimana pada tahap – tahap tertentu pengendali olahan masih dilakukan oleh operator. Ketiga, pengoperasian otomatis dimana operator hanya sebagai pengawas produksi. [1] Pada pengoperasian otomasi penuh, pemantauan dapat dilakukan secara realtime pada masing – masing proses pengolahan dengan ditampilkan pada layar diruang kendali. Jika terjadi masalah pada suatu proses, maka akan langsung terbaca pada sistem kontrol ini sehingga lebih mudah mencari titik masalah dan memperbaikinya.Dalam pengoperasiannya, serangkaian proses pengolahan tersebut dapat diotomatiskan dengan menggunakan PLC sebagai kontroler.PLC sendiri merupakan sebuah alat yang dapat diprogram, dikontrol, dan dioperasikan sesuai dengan kebutuhan operasi, dimana bahasa pemrograman yang umum digunakan adalah ladder diagram. Dengan adanya ladder diagram, proses yang dilakukan akan berjalan secara sekuensial atau berurutan. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode untuk mendesign ladder diagram pada crude palm oil process. Metode State diagram dan metode huffman merupakan beberapa alternatif metode yang dapat digunakan dalam mendesign ladder diagram.