2020 : Analisa Peningkatan Kekuatan Geser Balok Baja Berbadan Ganda Berbentuk Corrugated Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Tidak Linear

Ir. Heppy Kristijanto MS.
Bambang Piscesa S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Baja merupakan salah satu bahan yang paling banyak digunakan dalam dunia konstruksi. Mutu baja yang tersedia relatif jauh lebih tinggi dari mutu beton. Namun, baja lebih potensial terhadap bahaya tekuk (buckling) karena bentuk profil yang cukup langsing. Pada struktur jembatan, umumnya penggunaan profil girder lebih diminati karena memiliki momen inersia penampang yang besar. Tetapi, perlu diingat bahwa gaya geser yang bekerja juga cukup besar. Sehingga perlu pelat pengaku untuk mencegah terjadinya tekuk lokal. Secara arsitektural, penambahan pelat pengaku tidak elegan dan terkesan kaku. Sebagai alternatif, modifikasi pada bentuk pelat badan girder menjadi tema penelitian ini. Pada penelitian ini, pelat badan girder dimodifikasi dengan bentuk Double corrugated ( Corrugated Double Web Girder), yang selanjutnya disingkat CDWG. Profil CDWG memiliki tahanan tekuk lokal yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan profil girder baja tanpa pengaku (Unstiffened Girder/UG). Dari segi arsitektural, bentuknya jauh lebih elegan dibandingkan dengan profil girder baja berpengaku (Stiffened Girder/SG). Namun, studi terhadap perilaku dari CDWG ini masih sangat terbatas. Ditambah lagi dalam pedoman desain struktur baja, profil CDWG masih belum diakomodasi. Penelitian tentang profil girder baja dengan CDWG ini memiliki beberapa tahap. Tahap pertama dari penelitian ini dimana profil girder baja dengan CDWG akan dianalisa secara analitis dengan menggunakan metode elemen hingga tidak linear (3D-NLFEA). Karena permasalahan utamanya adalah tekuk, pengaruh orde dua (2nd order effect) dalam analisa diaktifkan. Beberapa peneliti menggunakan deformasi dari bentuk moda pertama yang diskalakan sebagai ketidaksempurnaan awal geometri (Geometric Imperfection). Namun, penskalaan yang terlalu besar, tidak akan mewakili bentuk struktur yang sebenarnya. Oleh karena itu, penulis menggunakan random material properties pada tiap elemen untuk menciptakan ketidaksempurnaan yang dapat menginisiasikan tekuk. Tujuan jangka Panjang dari penelitian ini adalah penulis dapat merumuskan suatu bentuk profil CDWG yang akan dibuktikan secara analitis dapat digunakan sebagai pengganti profil SG. Disamping itu, usulan CDWG tersebut diharapkan dapat diakomodasi dalam pedoman desain struktur baja di Indonesia. Kata Kunci: Corrugated double web girder, 2nd order effect, random material properties