2020 : Pedoman Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi: Pengembangan Perangkat Asesmen Skema Manajer Proyek Teknologi Informasi dan Komunikasi

Ir. Achmad Holil Noor Ali M.Kom.

Year

2020

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pemerintah Indonesia kian menekankan pentingnya standar kompetensi kerja yang disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, tentang Ketenagakerjaan. Pasal 10 ayat (2) pada regulasi yang dimaksud menyebutkan bahwa pelatihan kerja diselenggarakan berdasarkan program pelatihan yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja. Hal tersebut diperjelas lagi dengan peraturan pelaksanaannya yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 31 Tahun 2006, tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional: Pasal 3, dimana prinsip dasar pelatihan kerja adalah, huruf (b) berbasis pada kompetensi kerja. Sementara itu pada Pasal 4 ayat (1) disebutkan bahwa program pelatihan kerja disusun berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Standar Internasional dan / atau Standar Khusus. Regulasi di atas menyebut tentang kompetensi yaitu suatu ungkapan kualitas Sumber Daya Manusia yang terbentuk dengan menyatunya 3 aspek, kompetensi yang terdiri dari: Aspek Pengetahuan (domain Kognitif atau Knowledge), Aspek Kemampuan (domain Psychomotorik atau Skill) dan Aspek Sikap kerja (domain Afektif atau Attitude/Ability). Agar dapat dinyatakan kompeten sesuai bidang kerjanya, lulusan perguruan tinggi dituntut untuk bersaing secara profesional melalui adanya sertifikasi profesi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) baru saja mendapatkan lisensi Lembaga Sertifikasi P1 (LSP-P1) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang memungkinkan untuk mengeluarkan sertifikasi profesi bagi mahasiswanya. Sertifikasi tersebut dapat diberikan melalui serangkaian uji kompetensi sesuai dengan profesi yang diminati. Saat ini LSP-P1 ITS baru memiliki 3 (tiga) skema kompetensi, yaitu Operator Komputer, Desain Gambar Perancangan Mekanik, dan Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) Konstruksi. Adapun salah satu kompetensi yang dinilai penting untuk dimiliki lulusan perguruan tinggi teknik (engineering) yang berkaitan dengan manajer proyek dimana ke depannya ITS berharap untuk menerapkan mata kuliah manajemen proyek di seluruh departemen di ITS. Manajemen proyek merupakan kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan sumberdaya organisasi perusahaan untuk mencapai tujuan dalam waktu tertentu dengan sumber daya tertentu. Setiap pekerjaan engineer berkaitan dengan proyek, yang mempunyai batasan yang berbeda terhadap ruang lingkup, waktu, biaya, yang biasanya disebut sebagai triple constraint (Tiga Kendala). Dengan demikian, seorang manajer proyek dituntung memiliki kemampuan atas knowledge (pengetahuan), skill (ketrampilan) dan attitude (sikap kerja) untuk mengelola sumber daya dengan memperhatikan triple constraint yang tersedia. Agar dapat dikatakan kompeten, manajer proyek perlu memenuhi ketiga kemampuan penting tersebut. Demi menyiapkan kebutuhan akan kompetensi manajer proyek, LSP ITS memerlukan adanya perangkat asesmen untuk skema manajer proyek. Penelitian tahun pertama 2019 telah mengembangkan perangkat perangkat asesmen skema manajer proyek TIK berupa Skema Sertifikasi seperti mengacu kepada Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 349 Tahun 2014 tentang Penetapan SKKNI Kategori Jasa Profesional, Ilmiah dan Teknis Golongan Pokok Kegiatan Kantor Pusat dan Konsultasi Manajemen pada Jabatan Kerja ICT Project Manager. Tahun pertama juga telah melakukan validasi skema sertifikasi tersebut melalui focus group discussion (FGD) dengan bidang Manajemen Mutu, bidang Sertifikasi dan Komite Skema Sertifikasi LSP ITS. Penelitian tahun kedua mengarahkan kepada pemenuhan kelengkapan perangkat asesmen, mencakup Perencanaan Aktivitas dan Proses Asesmen (PAAP). Hasil akhir dari penelelitian tahun kedua berupa dokumen PAAP yang dapat digunakan asesor LSP dalam pengumpulan bukti asesmen. Di akhir penelitian tahun kedua, uji coba skema manajer proyek TIK dilakukan untuk mengetahui penerapan perangkat asesmen PAAP dalam lingkungan sertifikasi profesi. Kata Kunci: perangkat asesmen; PAAP; manajer proyek TI; SKKNI; lembaga sertifikasi profesi