2020 : Pengaruh Penyebaran Covid-19 Lintas Wilayah Sebelum dan Sesudah PSBB di Wilayah Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, Gresik)

Dr. Ir. Eko Budi Santoso Lic.rer.reg.

Year

2020

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Perkembangan COVID-19 selama ini selalu dikaitkan dengan carrier atau orang yang membawa virus baik yang diidentifikasikan sebagai ODP, PDP dan Konfirmasi Positif. Surabaya Raya merupakan wilayah dengan case fatality rate cukup tinggi dalam penyebaran COVID-19 di Jawa Timur. Terhitung sudah sebanyak 5267 total kasus pada tanggal 11 Mei 2020. Kota Surabaya dalam hal ini menjadi core dalam penyebaran dengan pintu akses dari Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik. WHO (World Health Organization) telah memberikan rekomendasi kepada seluruh tingkat pemerintah untuk menerapkan “lockdown� Menyikapi isu tersebut, melalui Peraturan Gubernur No.18 tahun 2020 wilayah Surabaya Raya telah diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). PSBB dilakukan dalam bentuk pembatasan kegiatan luar rumah yang dilakukan oleh setiap orang yang berdomisili dan/atau berkegiatan di Kabupaten/Kota. Namun dalam prakteknya, masih terjadi peningkatan angka kasus positif COVID-19 di Surabaya Raya. PSBB sebagai bentuk lockdown sebagian sangat berdampak pada semua aspek kewilayahan. Termasuk diantaranya aspek sosial, ekonomi, lingkungan, infrastruktur maupun keruangan. Maka, dalam menyikapi hal tersebut, perlu adanya evaluasi sejauh mana efektifitas pemberlakuan PSBB di wilayah Surabaya Raya. Pendekatan yang digunakan menggunakan spatial autocorrelation berdasarkan kondisi sebelum dan sesudah PSBB. Hal ini didasarkan pada hukum geografi pertama, dimana semua yang berhubungan akan berpengaruh terhadap kawasan disekitarnya. Luaran dari penelitian ini mampu memberikan alternatif masukan dalam sistem pemberlakuan PSBB guna menekan penyebaran COVID-19. Kata Kunci: penyebaran COVID-19, PSBB, Spatial Autocorrelation