2019 : SINERGISME RESISTENSI MANGROVE TERHADAP HERBIVORI DENGAN INTERAKSI KARAKTER KIMIAWI TUMBUHAN : UPAYA MANAJEMEN ADAPTIF UNTUK KONSERVASI EKOSISTEM MANGROVE DI PESISIR JAWA TIMUR

Indah Trisnawati Dwi Tjahjaningrum S.Si., M.Si., Ph.D
Mukhammad Muryono S.Si., M.Si., Ph.D
Iska Desmawati S.Si., M.Si.


Abstract

Lingkungan estuari dan pesisir di Indonesia dianggap rentan terhadap perubahan lingkungan, terutama dampak dari fenomena perubahan iklim. Peningkatan suhu udara dan suhu air laut, kenaikan permukaan air laut, perubahan sirkulasi laut, pola dan frekuensi curah hujan, dan intensitas badai kemungkinan besar mempengaruhi fisiologi, ekologi dan akhirnya pada stabilitas habitat lahan basah mangrove. Selain itu, lahan basah mangrove juga telah menghadapi peningkatan beban (pengayaan) nutrien dari aktivitas manusia. Stres yang disebabkan oleh perubahan iklim dan pengayaan nutrien merupakan ancaman utama terhadap lingkungan lahan basah intertidal mangrove di Indonesia, terutama di pesisir Jawa Timur. Kerentanan dapat ditunjukkan dengan perubahan komposisi komunitas biotik, species ranges, kelimpahan, fenologi dan penurunan produktivitas biomassa komunitas lahan basah. Beberapa literatur telah menunjukkan bahwa interaksi antara tumbuhan, serangga herbivora dan perubahan lingkungan, merupakan asosiasi yang signifikan dan juga mampu menggambarkan proses perubahan ekosistem yang terjadi. Serangga herbivora merupakan hewan sebagai tingkat trofik penting bagi stuktur dan berfungsinya ekosistem. Hal ini disebabkan karena serangga herbivora memiliki sistem respon dan tingkat kepekaan yang tinggi pada perubahan lingkungan, ketersediaan dan dinamika nutrien vegetasi tumbuhan. Respon vegetasi mangrove terhadap tekanan herbivora bersifat dinamis, dan mangrove akan mengembangkan berbagai strategi pertahanan sebagai respons terhadap beragam serangan herbivora. Karakter kimiawi senyawa fenolik berperan dalam beragam aktivitas tumbuhan dan peran defensifnya terhadap herbivora adalah sebagai hasil dari tekanan selektif lingkungan, seperti kompetisi, defisiensi nutrisi, kekeringan, radiasi ultraviolet, dan interaksi herbivori. Pertahanan kimiawi dapat bervariasi di antara lokasi vegetasi, dimana terdapat perbedaan ketersediaan sumber daya, yang juga mempengaruhi interaksi herbivori. Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertahanan tumbuhan mangrove dan responnya terhadap herbivora sangat bervariasi, dan saat ini masih kurang dipahami, khususnya di area mangrove di Pesisir Jawa Timur. Adanya peranan ekosistem mangrove sebagai pengekspor produktivitas primer ke perairan pesisir di dekatnya, maka interaksi herbivori pada mangrove akan berpengaruh signifikan. Selain menyebabkan kerusakan pada vegetasi mangrove itu sendiri, herbivori dapat menyebabkan penurunan produktivitas perairan pesisir secara signifikan. Oleh karena itu dalam penelitian ini, pengukuran intensitas herbivori serta interaksi karakter kimiawi pertahanan tumbuhan dengan faktor lingkungannya, sangat penting dalam memahami dan mengelola ekosistem mangrove di wilayah Pesisir Jawa Timur. Pengambilan sampel karakter kimiawi mangrove dan pengamatan intensitas kerusakan mangrove dilakukan pada area mangrove yang mewakili pesisir Jawa Timur, yaitu kawasan Ekowisata Wonorejo, Gunung Anyar serta Mangrove Center di Pamekasan, Madura. Hasil kajian sinergisme resistensi dengan karakter kimiawi tumbuhan ini dapat digunakan dalam pengembangan Manajemen Adaptif Lingkungan (Adaptive Environmental Assessment and Management). Pendekatan Manajemen Adaptif ini menjadi penting agar program pengelolaan terpadu daerah pesisir dengan karakternya yang dinamis tetap berlangsung fleksibel dari waktu ke waktu. Hasil kajian ini nantinya dapat digunakan sebagai model respon dan kapasitas adaptif biota, untuk tujuan akhir pengembangan Manajemen Adaptif bagi aplikasi pengelolaan terpadu wilayah pesisir di Jawa Timur, serta rekomendasi desain adaptasi habitat terhadap dampak perubahan iklim dan lingkungan, khususnya di daerah pesisir. Kata kunci : Sinergisme resistensi, herbivori, karakter kimiawi, manajemen adaptif, konservasi mangrove