2019 : PEDOMAN MUTU PEMBELAJARAN ONLINE ITS: PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN KUALITAS MATA KULIAH DARING BERDASARKAN STANDAR OPEN ECBCHECK

Feby Artwodini Muqtadiroh S.Kom., MT.
Anisah Herdiyanti Prabowo S.Kom., M.Sc.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi (TI) di dunia pendidikan, perguruan tinggi berupaya meningkatkan peran TI dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satunya di bidang pendidikan, peran e-learning telah meluas penggunannya di perguruan tinggi dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. Hal ini dilihat dari berbagai macam platform pembelajaran yang digunakan perguruan tinggi diantaranya Learning Management Systems (LMS) hingga LMS yang diorganisasikan menjadi Massive Open Online Course (MOOC). Perkembangan yang pesat ini menunjukkan tren pembelajaran online yang akan semakin masif dan bermanfaat di era mendatang. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah menerapkan layanan e-learning SHARE ITS semenjak tahun 2006. Namun dalam kenyataannya e-learning SHARE ITS belum digunakan secara optimal oleh seluruh departemen yang ada di ITS. Berdasarkan informasi dari Sie Pengembangan dan Pembelajaran Direktur Akademik ITS pada tahun 2017, terdapat ratusan mata kuliah di ITS dari berbagai departemen yang terdaftar di SHARE ITS namun hanya sedikit dari mata kuliah tersebut yang menggunakan SHARE ITS secara aktif. Agar layanan tersebut optimal, ITS perlu berfokus kepada peningkatan pembelajaran (learning for improvement) terhadap mata kuliah online/daring yang terdaftar di SHARE ITS. Konsep learning for improvement terdapat pada salah satu standar kualitas e-learning yaitu Open ECBCheck yang menggunakan pendekatan asesmen terhadap mata kuliah daring yang terdaftar dalam e-learning. Standar kualitas tersebut mendeskripsikan 7 (tujuh) kategori penilaian yang memiliki sub proses dan kriteria masing masing dimana terdapat sebanyak 116 kriteria yang diukur. Penggunaan standar tersebut dapat mendukung peningkatan pembelajaran, khususnya kualitas mata kuliah daring di ITS. Penelitian kajian kebijakan yang diusulkan bertujuan untuk pengembangan instrumen asesmen kualitas mata kuliah daring di ITS. Penelitian ini bekerja sama dengan Sie. Pengembangan Pembelajaran di Direktorat Akademik ITS yang semenjak tahun 2015 (dahulu P3AI) telah bersama-sama dengan peneliti-peneliti di Departemen Sistem Informasi mengembangkan pedoman mutu pembelajaran online ITS. Diantara hasil yang didapatkan pada tahun-tahun sebelumnya: faktor pendorong penerapan SHARE ITS dari sudut pandang dosen dan mahasiswa (tahun 2015); instrumen analisis risiko e-learning (tahun 2016); analisis permasalahan dari aspek multi-aktor (tahun 2017); dan WBS dictionary untuk penerapan MOOC di ITS (tahun 2018). Instrumen asesmen kualitas mata kuliah daring yang dikembangkan dalam penelitian kajian kebijakan diusulkan selama 2 (dua) tahun. Pada tahun pertama penelitian, kegiatan difokuskan kepada mengidentifikasi, merancang, dan mencontohkan penggunaan instrumen jaminan kualitas melalui asesmen mata kuliah daring ITS di program studi S1 Departemen Sistem Informasi. Sementara tahun kedua penelitian kegiatan akan berfokus kepada validasi perangkat melalui asesmen mata kuliah daring aktif di ITS. Dengan adanya instrument tersebut memudahkan untuk melakukan self-assesment terhadap kualitas mata kuliah daring di ITS. Harapan kedepannya dari penelitian ini adalah dapat terwujud peningkatan kualitas pembelajaran online yang berkelanjutan atau dikenal dengan istilah continuous quality improvement (CQI).