2019 : PENGARUH KARAKTERISTIK AGREGAT HALUS TERHADAP WAKTU PENGERASAN PADA MORTAR GEOPOLIMER

Raden Buyung Anugraha Affandhie ST., MT.
Dr.Eng. Yuyun Tajunnisa ST., MT.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Beton geopolimer dapat diartikan sebagai beton yang sama sekali tidak menggunakan semen portland sebagai bahan pengikat, melainkan menggunakan campuran fly ash dan alkali aktivator (Na2SiO3 dan NaOH) sebagai material alternatif pengganti semen. Penelitian yang umum dilakukan pada beton geopolimer adalah mengenai pengaruh parameter tertentu yang terdapat pada beton geopolimer, seperti rasio sodium hidroksida/sodium silikat, rasio alkali/fly ash, molaritas alkali aktivator, proporsi fly ash dan sebagainya, belum banyak penelitian yang membahas mengenai pengaruh agregat pada beton geopolimer (Joseph dan Mathew 2012). Volume beton umumnya mengandung sekitar 80% agregat yang sangat mempengaruhi terhadap karakteristik pada beton, seperti kekasaran dan kekerasannya (Mermerdas, et al. 2017). Walaupun fungsinya hanya sebagai bahan pengisi, tetapi karena komposisi yang digunakan pada beton cukup besar, sehingga karakteristik pada agregat akan sangat menentukan sifat beton yang akan dihasilkan, terutama pada ketahanan dan kekuatannya (Dwisetyowati, 2008). Gradasi, bentuk dan tekstur agregat yang digunakan pada beton akan sangat berpengaruh terhadap workability, finishability, bleeding dan segregasi pada beton segar. Proporsi pencampuran dan variasi gradasi yang buruk akan menyebabkan turunnya daya tahan (durability) beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh karakteristik agregat halus yang digunakan terhadap waktu ikat (setting time) mortar geopolimer. Agregat halus yang digunakan berasal dari tiga daerah yang berbeda diantaranya berasal dari kota Lumajang, kota Bojonegoro dan kota Mojokerto. Dari ketiga agregat halus yang digunakan nantinya akan dilakukan pengujian untuk mengetahui karakter yang terkandung pada masing-masing agregat halus, diantaranya : pengujian analisa gradasi, berat jenis, kelembaban, kadar air, dan kadar lumpur. Material lain yang digunakan dalam pencampuran mortar geopolimer pada penelitian ini adalah : Fly ash Tipe C dan Aktivator (Na2SiO3 dan NaOH) padat. Mortar geopolimer yang dibuat nantinya akan dilakukan pengujian setting time, Ultrasonic Pulse Velocity (UPV), dan kuat tekan dengan umur pengujian 7, 28, 58 dan 90 hari. Hasil yang diharapkan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh karakteristik agregat halus yang digunakan terhadap setting time dan kuat tekan mortar geopolimer. Kata Kunci : Mortar Geopolimer, Setting time, Aggregat halus, Fly ash