2021 : Penentuan Jalur dan Lokasi Tempat Evakuasi Sementara Bahaya Bencana Tsunami Menggunakan Metode Network Analyst

Nurwatik ST.,M.Sc

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Bencana Tsunami merupakan salah satu bencana alam yang sangat berbahaya dan sering terjadi di Indonesia. Khususnya pada daerah Pesisir Selatan Kabupaten Pangandaran yang memiliki riwayat tsunami dengan ketinggian run up tsunami mencapai 15,7 meter pada tahun 2006 berdasarkan data BPBD Kabupaten Pangandaran. Tsunami yang terjadi tersebut mengakibatkan 664 korban jiwa menurut data BMKG. Tsunami tersebut terjadi di Pesisir Selatan Kabupaten Pangandaran karena secara geografis terletak pada pertemuan lempeng Indoaustralia dan Euroasia serta berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Pada dasarnya tsunami dapat terjadi karena beberapa faktor yaitu gempa bumi, runtuhan dasar laut, dan letusan gunung api bawah laut Pada penelitian ini dilakukan analisa tingkat bahaya tsunami, penentuan lokasi dan jalur Tempat Evakuasi Sementara pada Wilayah Pesisir Selatan Kabupaten Pangandaran. Dengan melakukan analisa tingkat bahaya tsunami maka dapat diketahui tingkat bahaya pada setiap daerah terdampak tsunami. Analisa tingkat bahaya dilakukan berdasarkan data kelerengan, koefisien kekasaran, ketinggian run up tsunami, dan garis pantai. Kemudian dari hasil analisa tingkat bahaya tersebut digunakan untuk menentukan jalur dan lokasi Tempat Evakuasi Sementara menggunakan metode Network Analyst. Dasar pembuatan sebaran lokasi Tempat Evakuasi Sementara yaitu dengan menggunakan analisa Service Area berdasarkan lokasi sebaran Tempat Evakuasi Sementara yang telah ada sebelumnya dari BPBD Kabupaten Pangandaran. Dari analisa tersebut terlihat bahwa data Tempat Evakuasi Sementara yang telah dibuat sudah mencakup keseluruhan daerah yang terdampak tsunami atau tidak. Jika cakupan Service Area sebaran lokasi Tempat Evakuasi Sementara dari BPBD Kabupaten Pangandaran belum mencakup keseluruhan wilayah terdampak tsunami, maka dilakukan penambahan titik lokasi Tempat Evakuasi Sementara. Kemudian dilakukan analisa Closest Facility terhadap titik lokasi sebaran Tempat Evakuasi Sementara. Sehingga menghasilkan Peta Jalur Evakuasi dan Tempat Evaluasi Sementara yang bermanfaat untuk keperluan mitigasi bencana tsunami yang akan datang. Dengan hasil penelitian yang akan dicapai yaitu memetakan dan menentukan wilayah terdampak bencana tsunami berdasarkan analisa tingkat ancaman tsunami di wilayah Kabupaten Pangandaran. Kemudian dari hasil analisa bahaya tsunami dilakukan penentuan jalur dan sebaran lokasi Tempat Evakuasi Sementara. Dengan luaran hasil penentuan lokasi sebaran Tempat Evakuasi Sementara tersebut dapat digunakan untuk melakukan pembangunan bangunan Tempat Evakuasi Sementara oleh pihak terkait.