2019 : Desain Modifikasi Cool Box Pada Kapal Nelayan Tradisional Menggunakan Insulasi Campuran Serbuk Gergaji Kayu Sengon Dan Sabut Kelapa Dengan Perendaman Larutan Kalium Hidroksida

Ede Mehta Wardhana S.T., M.T
Lucky Putri Rahayu S.Si., M.Si.
Ervin Nurhayati S.T.,M.T.,Ph.D
Murry Raditya S.T., M.T.
Sefi Novendra Patrialova S.Si., M.T
Iftita Rahmatika S.T., M.Eng
Ardi Nugroho Yulianto S.T.,M.T
Gita Marina Ahadyanti S.T., M.T
Adhi Iswantoro S.T.,M.T
Fadilla Indrayuni Prastyasari S.T., M.Sc
BANU PRASETYO S.FIL.,M.FIL
Danu Utama S.T.,M.T
Muhammad Luthfi Shahab S.Si.,M.Si


Abstract

Meningkatnya produksi ikan tangkap di Indonesia dari tahun ke tahun mendorong naiknya permintaan masyarakat, khususnya nelayan, akan media penyimpanan ikan yang lebih efisien. Selain itu, isu pencemaran lingkungan menjadi salah satu tolok ukur yang paling utama dalam pengembangan teknologi. Sebagai media penyimpanan ikan tangkap, nelayan menggunakan coolbox di mana penggunaan coolbox sampai saat ini masih berbahan dasar styrofoam. Penggunaan styrofoam sendiri memiliki efisiensi yang tinggi sebagai media penyimpanan ikan tangkap namun juga memiliki dampak negative bagi lingkungan, yaitu sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan. Pengembangan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dari coolbox namun juga ramah lingkungan memiliki peluang besar untuk dikembangkan sehingga dapat meningkatkan produktivitas nelayan. Sebagai negara kepulauan dengan jumlah nelayan yang tinggi, Indonesia memiliki potensi perikanan yang melimpah. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas perikanan Indonesia adalah dengan meningkatkan performa coolbox sebagai media penyimpanan ikan yang ramah lingkungan. Salah satu cara untuk meningkatkan performa dan keramahlingkunganan coolbox adalah dengan menggunakan bahan dasar alternatif, yaitu serat alam sebagai bahan dasar coolbox dan memanfaatkan reaksi kimia serat terhadap larutan alkali sehingga serat dapat memiliki konduktivitas termal yang lebih rendah. Sebagai salah satu inovasi terkini di bidang perikanan, coolbox dengan bahan dasar serbuk gergaji kayu sengon dan serat sabut kelapa dengan perendaman larutan alkali KOH merupakan salah satu upaya guna menggantikan coolbox berbahan dasar styrofoam yang paling reliable dan efisien. Coolbox dengan bahan dasar serat alam tidak hanya memiliki nilai konduktivitas termal yang tidak kalah rendah dengan styrofoam namun juga mudah terdegradasi dan ramah lingkungan. Selain itu nilai konduktivitas termal serat dapat ditekan lagi dengan proses perendaman alkali sehingga sifat insulasi material mampu meningkat. Penelitian ini direncanakan berjalan 6 bulan, di mana pada trimester pertama penelitian difokuskan dalam pembuatan spesimen dan pengujiannya, meliputi: studi literature, pembuatan spesimen, dan pengujian spesimen. Kemudian pada trimester kedua difokuskan untuk pembuatan prototype dan pengujiannya, yaitu pembuatan body coolbox, material insulasi, dan pengujian performa coolbox. Pada penelitian ini coolbox dimodifikasi dengan menggunakan campuran serbuk gergaji kayu sengon dan serat sabut kelapa dengan perendaman larutan KOH. Dimulai dengan menentukan variable komposisi untuk material insulasi, kemudian spesimen dibuat dengna komposisi tersebut. Dengan menggunakan komposisi serbuk gergaji kayu sengon dan sabut kelapa, kadar KOH, dan lama waktu perendaman KOH, dilakukan uji coba mengenai komposisi yang tepat dari ketiga variable tersebut sebagai material insulasi. Kemudian material insulasi dipilih berdasarkan performa insulasi yaitu konduktivitas termal, massa jenis, nilai ekonomis, dan kemudahan dalam pembuatan