2020 : FRAMEWORK IMPLEMENTASI GREEN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT UNTUK SEKTOR KONSTRUKSI

Ir. I Putu Artama Wiguna MT., Ph.D
Moh. Arif Rohman ST., M.Sc., Ph.D
Farida Rachmawati S.T, M.T

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Green Supply Chain Management (GSCM) adalah sebuah konsep yang mengintegrasikan faktor lingkungan ke dalam tradisional SCM mulai dari proses design, pengadaan material, produksi, distribusi dan pengelolaan produk setelah habis masa pakainya. Sebuah organisasi menerapkan GSCM dengan tujuan untuk meningkatkan laba dan pangsa pasar dengan cara menurukan risiko yang membahayakan lingkungan dan meningkatkan respon terhadap permintaan pelanggan terkait dengan produk dan jasa yang dihasilkan. Sektor yang secara aktif menerapkan GSCM adalah sektor manufaktur dan otomotif, dan kedua sektor tersebut sudah memperoleh benefit dari penerapan praktik GSCM. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan adanya adopsi praktik GSCM di sektor konstruksi. Implementasi GSCM di sektor konstruksi lebih kompleks jika dibandingkan dengan sektor lain. Hal ini dikarenakan sektor konstruksi lebih kompleks dan memiliki lebih banyak stakeholder dalam aktivitas bisnisnya. Beberapa praktik GSCM dalam sektor konstruksi antara lain green design, green purchasing, green transportation, green construction, green warehousing, green recycling dan facilitating green practices. Stakeholder inti dalam rantai pasok di sektor konstruksi meliputi owner, konsultan, kontraktor dan suplier. Selain mempunyai manfaat bagi lingkungan, penerapan GSCM juga mempunya manfaat lain yaitu meningkatkan kinerja ekonomi dan organisasi dari perusahaan yang menerapkannya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peringkat dari praktik GSCM yang cocok untuk diterapkan di sektor konstruksi dengan kriteria peningkatan kinerja lingkungan, kinerja ekonomi dan kinerja organisasi. Metode analisa data yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah AHP dan fuzzy TOPSIS yang merupakan bagian ada Multi Criteria Decision Making (MCDM). Metode AHP digunakan untuk menghitung bobot kriteria yang meliputi kinerja lingkungan, ekonomi dan organisasi sedangkan metode fuzzy TOPSIS digunakan untuk menghitung bobot alternatif yang berupa praktik-praktik GSCM. Hasil akhir dari penelitian ini berupa kerangka penerapan GSCM di sektor konstruksi agar dapat meningkatkan kinerja lingkungan, ekonomi dan organisasi.