2019 : STUDI PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPABUMI DI PESISIR KOTA PACITAN: ANALISIS DEFORMASI TANAH AKIBAT SOIL LIQUEFACTION

Dr. Ir. Wahyudi M.Sc.
Sholihin ST.,MT
R. Haryo Dwito Armono ST.,M.Eng.,Ph.D.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Daerah studi merupakan bagian dari kota Pacitan yang terletak di pesisir selatan Pulau Jawa, berhadapan langsung dengan Palung Jawa yang merupakan zona tumbukan lempeng Eurasia dan India-Australia. Akibat tumbukan tersebut, area dari zona tumbukan di dasar laut sampai daratan Pulau Jawa bagian selatan, menjadi rentan mengalami patahan dan merupakan sumber gempabumi. Sehingga kota Pacitan sangat berpotensi mengalami gempabumi. Kota Pacitan berada di dataran banjir Kali Grindulu dan dataran pantai, di atas endapan alluvial, yang tersusun oleh sedimen Kuarter yang belum kompak atau bahkan masih lepas dan kaya airtanah, sehingga berpotensi mengalami soil liquefaction jika terjadi gempabumi. Berdasarkan kondisi geologi tersebut serta potensi yang dimiliki kota Pacitan untuk berkembang, maka pembangunan Kabupaten Pacitan akan sangat terhambat jika terjadi bencana. Sehingga saat ini sangat mendesak untuk dilakukan studi guna mengurangi risiko bencana akibat gempabumi di wilayah ini. Oleh karena itu diajukan Usulan Penelitian Studi Pengurangan Risiko Bencana Akibat Gempabumi di Pesisir Kota Pacitan. Usulan penelitian ini diajukan untuk dilakukan selama dua tahun, dengan tujuan jangka panjang adalah mengurangi risiko bencana akibat gempabumi di pesisir kota Pacitan dan di daerah rawan gempabumi yang lain di Indonesia. Target khusus yang ingin dicapai pada tahun pertama adalah diperoleh informasi mengenai potensi soil liquefaction dan deformasi tanah oleh soil liquefaction, dan pada tahun kedua adalah diperoleh tingkat risiko dan konsep mitigasi bencana akibat soil liquefaction karena gempabumi. Target khusus tahun pertama dicapai dengan mengetahui lokasi yang rentan mengalami soil liquefaction yang dipicu oleh gempabumi dan memetakan untuk mengetahui pola penyebaran kerentanan tersebut. Rencana kegiatan tahun pertama adalah melakukan perhitungan prekuensi kejadian gempabumi, prediksi besarnya penurunan tanah dan konsekuensi. Sifat kegempaan meliputi lokasi sumber gempabumi dan jarak terhadap lokasi studi, besar magnitudo dan percepatan permukaan. Perhitungan prekuensi kejadian gempabumi diprediksi dari sifat kegempaan diperoleh dari data seismik yang sudah diterbitkan oleh BMKG dan sumber lain. Investigasi sifat tanah diperoleh dengan pemboran tanah dan standard penetration test (SPT) dan cone penetration test (CPT). Berdasarkan sifat kegempaan dan sifat tanah dapat ditentukan tingkat kemudahan (kerentanan) lapisan tanah mengalami liquefaction, prediksi deformasi tanah serta lonsekuensi yang dihasilkan. Target khusus tahun kedua dicapai dengan memetakan tingkat risiko bencana akibat soil liquefaction berdasarkan kerentanan dan konsekuensi yang ditimbulkan, serta menyusun konsep mitigasi untuk mengurangi risiko bencana akibat gempabumi. Rencana kegiatan tahun kedua adalah melakukan perhitungan menentukan tingkat risiko, dan menyusun konsep mitigasi bencana akibat soil liquefaction karena gempabumi. Hasil penelitian yang diusulkan diharapkan dapat menjadi rujukan penyusunan langkah mitigasi bencana akibat gempabumi di Pacitan maupun kota lain di pesisir Indonesia.