2019 : Modifikasi Produksi Antifoam Agent dari Minyak Jelantah Menggunakan Microwave Continuous Reactor

Ir. Agung Subyakto MS.
Achmad Ferdiansyah Pradana Putra ST, MT

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Perkembangan industri di Jawa Timur terus mengalami kenaikan. Di dalam proses operasi industri yang menggunakan fase liquid, terdapat fenomena yang sangat tidak diharapkan yaitu terbentuknya buih atau foam yang dapat mempengaruhi kapasitas pompa dalam tangki penyimpanan, pertumbuhan bakteri, dll. Solusi dari permasalahan ini adalah dengan menambahkan antifoam. Namun kondisi antifoam yang ada di pasaran saat ini langka dijumpai karena merupakan produk impor sehingga memiliki harga yang relatif mahal serta mengandung surfaktan yang sulit diuraikan di alam. Untuk itu, maka dibutuhkan antifoam yang aman dan tanpa efek samping yang berasal dari alam. Salah satunya adalah dari methyl ester yang banyak terkandung di dalam minyak nabati. Salah satu minyak nabati yang belum banyak dimanfaatkan adalah minyak jelantah. Minyak jelantah dapat merugikan kesehatan namun dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan antifoam. Telah banyak dilakukan penelitian pembuatan antifoam dari minyak nabati. Pada penelitian yang dilakukan oleh Fauzia (2017), yaitu menggunakan metode esterifikasi dan transesterifikasi untuk membuat methyl ester dari minyak jarak (Jatropha circas). Pada penelitian ini proses pemanasannya masih menggunakan cara konvensional dengan sistem batch dan membutuhkan waktu yang lama. Kemudian dilakukan pengembangan ide oleh Priyanto (2018), yang melakukan penelitian tentang inovasi antifoam agent dari minyak bintaro dengan modifikasi metode transesterifikasi mengunakan gelombang mikro. Kelebihan dari penelitian ini adalah waktu transesterifikasi yang lebih singkat karena menggunakan microwave sebagai pemanasnya. Adapun kekurangan metode ini adalah masih menggunakan sistem batch pada prosesnya sehingga tidak bisa diproduksi dengan skala besar. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap proses pembuatan antifoam dengan sistem continuous supaya bisa diproduksi skala besar. Modifikasi proses pembuatan antifoam menggunakan microwave continuous reactor adalah metode untuk mendapatkan proses yang lebih efisien, dengan waktu yang cepat dan bisa digunakan untuk memproduksi skala besar. Pada projek akhir ini dilakukan proses pengambilan antifoam dari minyak jelantah. Tahap projek akhir ini yaitu tahapi proses pembuatan antifoam. Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam projek akhir ini diantaranya alat uji tes antifoam, continuous reactor, labu leher tiga, microwave, stirrer, thermo couple, thermometer, antifoam merek dagang “Struktol� NaOH, limbah tetes tebu pabrik gula, methanol dan minyak jelantah. Untuk tahap proses pembuatan antifoam dilakukan dengan 2 metode proses pembuatan antifoam yaitu batch dan continuous dengan pemanas microwave. Kemudian variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perbandingan antara metode pembuatan antifoam dengan batch dan continuous reactor menggunakan pemanas microwave. Selanjutnya adalah tahap analisa yaitu perhitungan yield dan uji tes ketinggian foam dengan membandingkanya dengan antifoam merek dagang “Struktol�erta uji GCMS.