2018 : Buku Panduan Bahaya Petir dan Prosedur Keselamatannya

Ir. Supardi

Year

2018

Published in

Laboratorium Tegangan Tinggi Teknik Elektro ITS

External link

Type

BOOK

Keywords

-


Abstract

Kemunculan petir seringkali menimbulkan kerusakan pada bangunan, gangguan pada peralatan elektronik, bahkan kematian makhluk hidup. Hal ini didasarkan oleh fakta bahwa sambaran petir merupakan arus peluahan muatan yang besarnya antara 20000 - 100000 A dan bergerak dengan kecepatan 3106 sampai 3107 m/s dalam waktu 0.1 milidetik. Suatu benda yang memiliki muatan positif lebih tinggi dibandingkan dengan lingkungan di sekitarnya akan sangat mudah disambar oleh petir. Selain itu, adanya proses telekomunikasi, seperti penggunaan smartphone, akan memberikan jalur rambatan yang sangat mudah dilalui oleh petir. Kondisi obyek yang rentan tersambar petir tersebut dijumpai pada pengunjung wisata ruang terbuka di kawasan wisata kota Batu Malang. Ironisnya, pengelola wisata tidak memiliki standar operasional prosedur (SOP) terkait tindakan keselamatan pengunjung saat kondisi mendung atau hujan disertai gemuruh petir. Melalui skema pengabdian masyarakat (Abdimas) ini, Laboratorium Tegangan Tinggi Departemen Teknik Elektro ITS akan melakukan: a) sosialisasi tentang bahaya petir, b) pelatihan tentang metode keselamatan manusia terhadap ancaman sambaran petir dan sistem proteksi petir pada wahana wisata, c) praktek pemasangan rambu himbauan keselamatan dan pembangunan sistem proteksi petir eksternal. Sasaran masyarakat yang dituju pada kegiatan Abdimas adalah: 1) pengelola wisata sebagai penanggung jawab keselamatan pengunjung wisata ruang terbuka, 2) siswa SMA sebagai generasi pengguna smartphone dan calon pengunjung tempat wisata. Strategi kegiatan yang akan dilakukan, antara lain: a) studi kasus, b) penyusunan materi sosialisasi berbasis gambar, video, dan animasi, c) pembuatan modul pelatihan berbasis smartphone, d) pemasangan rambu-rambu himbauan keselamatan, e) pemasangan alat proteksi petir eksternal, f) bekerja sama dengan PLN Distribusi Batu Malang, g) sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat dengan sistem reward, h) monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Pelaksanaan Abdimas ini diharapkan mampu mengubah perilaku masyarakat, terutama pengguna smartphone, dan mendorong pengelola tempat wisata untuk melaksanakan SOP terkait keselamatan pengunjung terhadap bahaya petir dan membangun sistem proteksi pada wahana yang rentan tersambar petir.