2019 : Kombinasi Proses Elektrokimia/Biologis untuk Peningkatan Efektifitas Degradasi Bahan Organik Recalcitrant dalam Air Limbah

Ninditya Nareswari M.Sc
Arseto Yekti Bagastyo S.T., M.T., M.Phil,
Ede Mehta Wardhana S.T., M.T
Mariyanto S.Si., M.T
Lucky Putri Rahayu S.Si., M.Si.
Ervin Nurhayati S.T.,M.T.,Ph.D
Murry Raditya S.T., M.T.
Sefi Novendra Patrialova S.Si., M.T
Maratus Sholihah S.T., M.T
Iftita Rahmatika S.T., M.Eng
Okta Putra Setio Ardianto S.T.,M.T
Ardi Nugroho Yulianto S.T.,M.T
Gita Marina Ahadyanti S.T., M.T
Adhi Iswantoro S.T.,M.T
Fadilla Indrayuni Prastyasari S.T., M.Sc
BANU PRASETYO S.FIL.,M.FIL
Danu Utama S.T.,M.T
Muhammad Luthfi Shahab S.Si.,M.Si


Abstract

Pengolahan air limbah secara biologis sampai saat ini masih menjadi pilihan yang paling ekonomis. Namun sayangnya, banyak jenis-jenis air limbah yang mengandung bahan organik recalcitrant yang tidak bisa didegradasi secara biologis dan bahkan bersifat toksik terhadap bakteri-bakteri pengurai. Pada perkembangannya, teknologi-teknologi yang mengaplikasikan proses elektrokimia menjadi pilihan mengolah limbah-limbah yang mengandung organik kompleks. Namun sayangnya teknologi ini masih membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Menggabungkan dua teknologi di atas, biologis dan elektrokimia, adalah alternatif yang bisa menjadi titik temu; mendapatkan hasil pengolahan air limbah organik recalcitrant yang bagus dengan biaya yang relatif rendah. Menerapkan proses elektrokimia sebagai pretreatment pengolahan biologis hanya bertujuan untuk meningkatkan biodegradabilitas air limbah, dan bukan untuk menghancurkan kandungan organik secara total, sehingga secara operasional membutuhkan biaya yang tidak tinggi. Air limbah yang telah memiliki biodegradability index yang tinggi akan bisa diolah lebih lanjut dengan pengolahan biologis yang lebih ekonomis. Studi ini melanjutkan penelitian terdahulu yang telah berhasil meningkatkan biodegradability index air limbah sampai 15 kali nilai awal melalui proses electrochemical advanced oxidation process (EAOPs). Dalam kesempatan ini lebih lanjut akan diteliti peningkatan efektifitas degradasi bahan organik recalcitrant dengan mengkombinasikan proses elektrokimia dan biologis. Selain proses elektrooksidasi, proses elektrokimia yang juga hendak diteliti adalah proses elektrokoagulasi. Adapun proses biologis yang diterapkan dipilih teknologi yang termasuk paling banyak dipalikasikan di Indonesia untuk mengolah air limbah yakni anaerobic baffled reactor (ABR).