2020 : PENILAIAN KEBERLANJUTAN DAYA DUKUNG AIR DI WILAYAH GKS BERDASARKAN KONSEP WATER FOOTPRINT

Dr. Ir. Eko Budi Santoso Lic.rer.reg.
Rulli Pratiwi Setiawan S.T., M.Sc., Ph.D
Vely Kukinul Siswanto ST, MT


Abstract

Ketersediaan air di pulau jawa mencapai absolut scarity (kelangkaan mutlak) pada 2040 dan mengalami level scarity (ada tekanan kelangkaan) pada 2020 (KLHS, BAPPENAS 2019). Berdasarkan hal tersebut, telah diketahui bahwa GerbangKertoSusila (GKS) merupakan kawasan metropolitan di Jawa Timur yang memiliki kegiatan ekonomi pesat. Namun adanya pertumbuhan ekonomi wilayah berdampak pada keberlanjutan lingkungan, salah satunya adalah daya dukung sumberdaya air. Eksploitasi berlebih sumber daya air menyebabkan kelangkaan air hingga mempengaruhi kehidupan perekonomian suatu kota atau wilayah (Hogebom, 2020). Sehingga diperlukan kebijakan jejak air manusia atau water footprint untuk memastikan bahwa alokasi air tidak dalam kondisi defisit. Water footprint merupakan perhitungan volume setiap jenis air yang digunakan pada suatu kegiatan. Kajian ini untuk mengukur keberlanjutan daya dukung sumber daya air di wilayah GKS melalui konsep water footprint. Water footprint perlu dikaji untuk mendukung penyelesaian masalah keberlanjutan sumberdaya air sebab sifatnya sebagai alat manajemen penilaian supply-demand komponen air bagi seluruh aktivitas populasi di wilayah GKS. Dalam penelitian ini dimulai dari tahap analisis supply side, analisis demand side, penilaian keberlanjutan daya dukung sumber daya air di GKS. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif serta menggunakan bantuan pengolah data GIS dan CropWat. Adanya penelitian ini diharapkan menghasilkan penilaian keberlanjutan daya dukung air di wilayah GKS berdasarkan konsep water footprint serta bermanfaat untuk keseluruhan komponen wilayah. Kata Kunci: Daya Dukung Air, Tingkat Keberlanjutan, Water Footprint