2019 : IDENTIFIKASI SENYAWA ORGANIK FOSIL DALAM RANGKA EKSPLORASI MINYAK MENTAH LAPANGAN SANGA-SANGA-KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR

Dr. Ir Endah Mutiara Marhaeni Putri
Prof. Dr. R.Y. Perry Burhan M.Sc.
Dr. Dra. Yulfi Zetra M.Sc

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kebutuhan akan minyak bumi yang memegang proporsi cukup besar diantaranya adalah bidang transportasi. Sejalan dengan populasi penduduk yang terus meningkat, jumlah kendaraan berbahan bakar minyak juga ikut meningkat, sehingga pada akhirnya menyebabkan konsumsi minyak juga mengalami peningkatan. Berdasarkan data terbaru dari Outlook Energi Indonesia, pada periode 2011-2030 diperkirakan kebutuhan minyak akan meningkat hampir 2 kali lipat pada tahun 2030 nanti. Sebaliknya, produksi minyak selama periode tersebut terus menurun lebih dari 60% (Yudiartono et al., 2018). Peningkatan kebutuhan minyak bumi yang disertai dengan menurunnya tingkat produksi akan menyebabkan meningkatnya kebutuhan Indonesia terhadap impor bahan bakar, sehingga perlu upaya untuk meningkatkan produksi minyak di Indonesia agar masalah tersebut dapat teratasi. Salah satu upaya peningkatan produksi minyak yakni dengan menggalakkan kegiatan ekplorasi guna mencari sumber minyak baru dan memaksimalkan hasil eksplorasi dari lapangan minyak yang sudah ada. Selama ini, kegiatan eksplorasi minyak bumi didasarkan pada parameter geologi dan geofisika yang terkadang masih menyisakan kegagalan dalam proses eksplorasi. Identifikasi senyawa organik fosil dari suatu lapangan minyak yang akan dieksplorasi melalui ilmu Geokimia Organik mampu memberikan informasi mengenai komposisi senyawa organik fosil (biomarka) suatu minyak bumi, sehingga dapat dijelaskan karakteristik bahan organik penyusun minyak bumi, asal-usul serta tingkat kematangannya (Kvenvolden, 2008). Salah satu lapangan minyak Sanga-Sanga yang terletak di Kutai Kartanegara-Kalimantan Timur sangat potensial untuk dieksplorasi lebih lanjut. Lapangan minyak ini sebelumnya telah dilakukan penelitian mengenai geologi dan geofisika. Akan tetapi, belum ada penelitian yang melaporkan keberadaan senyawa organik fosil yang terdapat dalam sampel minyak Lapangan Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara-Kalimantan Timur ini. Identifikasi struktur kimia senyawa organik fosil ini akan dilakukan menggunakan metode gabungan Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa (KG-SM).