2019 : Konversi Limbah Kaca Menjadi Silika Gel Dan Waterglass: Upaya Menuju Pelestarian Lingkungan Kampus ITS Berkelanjutan

Sopet
Sri Sunarmi S.Si
Slamet

Year

2019

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Ringkasan Kaca merupakan material abiotik atau tidak dapat diurai secara biologis oleh tanah. Kaca merupakan salah satu material yang berperan penting dalam kehidupan manusia. Tetapi kaca pun memiliki dampak negatif jika sisa kaca yang telah digunakan tidak mendapatkan penanganan yang benar, sisa kaca tersebut disebut limbah kaca. Dampak negatif dari limbah kaca adalah akan merusak lingkungan dan berbahaya bagi manusia. Laboratorium mempunyai peran sangat penting sebagai fasilitas penunjang kegiatan pendidikan para mahasiswa maupun para dosennya. Kegiatan di laboratorium meliputi pelaksanaan preparasi, PKM, demostrasi perkuliahan dan yang lebih penting adalah melaksanakan praktikum seluruh mata kuliah di Departemen Kimia FSains ITS bahkan juga praktikum Kimia Dasar dari Departemen lain. Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan di laboratorium juga menghasilkan limbah laboratorium yang berpotensi mencemari lingkungan. Beragam bahan kimia digunakan dalam kegiatan di laboratorium. Sehingga sudah semestinya laboratorium Kimia memiliki sistem pengelolaan limbah yang baik. Limbah kaca merupakan salah satu jenis material yang banyak ditemui dan didapat disekitar kita dalam bentuk botol sebagai pengemas bahan kimia yang sangat banyak digunakan pada kegiatan praktikum. Terinspirasi dari sulitnya limbah kaca terdegradasi dan tidak bisa diuraikan oleh proses biologi di lingkungan, maka limbah kaca yang sudah terbuang atau tidak terpakai berpotensi untuk dimanfaatkan kembali. Mendaur ulang limbah kaca dapat menghemat 5 % dari energi dari pada memproduksi yang baru. Dalam Program Penelitian Khusus Tenaga Kependidikan Pranata Laboratorium Pendidikan ini, limbah kaca akan diekstrak menggunakan natrium hidroksida (NaOH) dalam kadar dan jumlah tertentu, kemudian direaksikan dengan asam klorida (HCl) dalam kadar dan jumlah tertentu pula. Proses itu menghasilkan silika gel yang berpotensi sebagai adsorben. Kelebihan produk ini adalah tidak menyebabkan iritasi kulit, sehingga relatif aman bagi tubuh dan kesehatan. Hal ini dilakukan guna pengembangan teknologi pengolahan limbah botol kaca yang cukup banyak jumlahnya, sesuai dengan perlindungan dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan; sebagai bagian dari program kerja Pusat Studi Permukiman, Lingkungan Hidup dan Infrastruktur ITS. Keywords: Limbah kaca, Bahan Absorben, Analisis Kualitatif