2019 : DAMPAK REKAYASA SETING TAMAN DAN AREA BERMAIN PADA TAMAN HARMONI SURABAYA UNTUK MENDUKUNG PERKEMBANGAN SENSORI INTEGRASI PADA ANAK INKLUSI

Dr Mahendra Wardhana ST,MT.
Lea Kristina Anggraeni S.T., M.Ds.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Taman kota sebagai sarana Ruang Terbuka Hijau (RTH), juga berperan sebagai ruang terbuka komunal. Ruang terbuka komunal dapat dipahami sebagai ruang berkumpul sekelompok orang, baik keluarga maupun komunitas. Sebagai ruang terbuka komunal, taman kota di rancang sedemikian rupa untuk dapat memenuhi kebutuhan berbagai macam kelompok usia penggunanya. Taman kota tidak sekedar memfasilitasi kebutuhan pengunjung yang ingin menikmati suasana taman, namun juga memfasilitasi kelompok pengunjung keluarga dengan anak-anak. Salah satu fasilitas penunjang yang kerap disandingkan pada taman kota adalah area bermain anak. Taman Harmoni dan Hutan Bambu, adalah salah satu taman yang dirancang oleh Pemerintah Kota Surabaya. Letak kedua taman ini saling bersebelahan, sehingga seringkali menjadi satu tujuan wisata. Taman ini juga menyediakan fasilitas area bermain anak, untuk pengunjung anak-anak dan keluarga. Jenis permainan yang disediakan banyak berupa permainan motorik kasar anak dan belum mengoptimalkan sarana permainan yang dapat dimanfaatkan juga bagi Anak inklusi dan pengguna kursi roda / kereta dorong. Pendekatan permainan yang dapat dimanfaatkan oleh Anak inklusi akan mengoptimalkan sensori integrasinya. Sensori integrasi adalah proses mengenal, mengubah, dan membedakan sensasi dari sistem sensori untuk menghasilkan suatu respons berupa “perilaku adaptif bertujuan� Sensori integrasi merupakan respon sensori pada kelima indera, yaitu indera perabaan, penglihatan, pendengaran, pengecapan, pembau ditambah dengan keseimbangan dan grafitasinya dan kesadaran gerakan tubuh atau rasa sendi. Tujuh elemen ini menjadi dasar dari sensori integrasi (SI). SI sangat diperlukan bagi anak-anak, untuk dapat beradaptasi dan bertahan hidup. Kebutuhan ini semakin besar, bagi anak inklusi. Taman dan area bermain, dapat menjadi sarana melatih sensori integrasi pada anak dan ANAK INKLUSI khususnya. Bermain, menjadi hakikat dasar karakter anak-anak. Pendekatan permainan akan memberikan daya tarik bagi ANAK INKLUSI untuk dapat berlatih sensori integrasi pada ruang terbuka umum, dan memberikan rasa nyaman bagi keluarga. Penelitian ini akan menemukan konsep terapi sensori integrasi pada anak secara umum, yang dapat diterapkan pada ruang terbuka (outdoor). Selanjutnya mengkaji jenis permainan sarana penunjang untuk ANAK INKLUSI. yang dapat diterapkan pada area taman dan bermain terbuka. Penelitian ini akan melakukan rekayasa seting taman dengan sarana permainan tersebut pada Taman Harmoni dan/atau Hutan Bambu. Seting ini untuk mengetahui dampak dan tingkat kebermanfaatan terhadap masyarakat, khususnya anak-anak pengguna taman. Hasil Kajian pada penelitian ini, sangat memungkinkan untuk diterapkan pada taman lain di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Kata kunci : anak inklusi, permainan anak, sensori integrasi, taman.