2017 : Pengaruh Kemiringan Saluran Peluncur terhadap Efektivitas Peredaman Energi Aliran pada Bangunan Pelimpah Bendungan berdasarkan Uji Model Fisik laboratorium

Prof. Dr. Ir. Nadjadji Anwar M.Sc.
Dr. Wasis Wardoyo M.Sc

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Banyaknya pembangunan bendungan di Indonesia secara tidak langsung harus mendapatkan perhatian yang lebih supaya tidak mengakibatkan kerusakan sungai eksisting di bagian hilirnya. Secara teknis komponen-komponen utama bendungan adalah tubuh bendungan (main dam), tampungan air (waduk), dan pelimpah (spillway). Dalam pembangunan infrastruktur bendungan bagian yang paling penting dan patut mendapat perhatian adalah pelimpah, dimana pelimpah tersebut berfungsi membuang kelebihan air dari tampungan waduk pada kondisi full supply level (FSL) untuk dikembalikan ke sungai. Bagian dari pelimpah itu sendiri terdiri dari mercu pelimpah, saluran transisi/pengarah, saluran peluncur, dan peredam energi. Fenomena aliran yang terjadi pada saluran peluncur adalah kecepatan aliran yang sangat tinggi dengan kedalaman aliran yang rendah, sehingga menghasilkan nilai bilangan Froude (Fr) yang cukup besar. Pada beberapa kasus kerusakan bendungan yang terjadi adalah pada bagian pelimpahnya, khususnya di peredam energi dimana tidak berfungsi secara optimal untuk meredam energi aliran yang turun dari saluran peluncur. Hal tersebut mengakibatkan gerusan yang cukup dalam pada bagian geometri sungainya yaitu dasar dan tebing sungai. Dengan adanya penelitian ini diharapkan akan mendapatkan nilai dari kemiringan saluran peluncur yang ideal sehingga efektivitas peredaman dapat tercapai secara optimal. Model pelimpah bendungan dibangun di Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai Jurusan Teknik Sipil ITS dengan menggunakan skala model sama (undistorted scale).