2020 : IMOBILISASI JAMUR PELAPUK COKLAT Gloeophyllum trabeum DALAM METAL ORGANIC FRAMEWORKS UiO-66 DAN APLIKASINYA DALAM BIODEGRADASI LIMBAH PEWARNA BATIK REACTIVE BLACK 5

Prof. Dr. Taslim Ersam MS.
Drs. Refdinal Nawfa M.S.
Dra. Ratna Ediati MS., Ph.D
Adi Setyo Purnomo S.Si., M.Sc., Ph.D


Abstract

Berdasarkan data dari Kementrian Perindustrian Republik Indonesia tahun 2019 pada triwulan III, Industri tekstil dan pakaian jadi merupakan sektor manufaktur yang mencatatkan pertumbuhan paling tinggi sebesar 15,08 persen. Hal ini diperkuat oleh data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi industri pakaian jadi mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 15,29 persen. Salah satu andalan industri tekstil di Indonesia yaitu produk batik, tekstil jenis ini telah lama dikerjakan mulai dari skala rumah tangga hingga skala pabrik. Namun di balik perkembangan industri batik ternyata menyisakan masalah lingkungan dengan adanya limbah dari proses pembuatannya terutama limbah pewarna. Banyak limbah yang memiliki tingkat toksisitas yang tinggi yang terdiri dari senyawa-senyawa yang sulit didegradasi dimana limbah pewarna ini dapat menimbulkan efek merugikan bagi lingkungan dan makhluk hidup. Salah satu pewarna azo yang sering terdapat pada limbah pewarna tekstil adalah reactive black 5 (RB5). Selama proses pewarnaan sekitar 15-50% pewarna tidak terikat dalam serat kain dan dibuang bersama limbah tekstil. Mengingat dampak negatif dari pencemaran limbah tekstil ini maka perlu dicari solusinya, dimana salah satu metode yang ramah lingkungan yaitu bioremediasi. Salah satu jamur yang dapat digunakan untuk biodegradasi pewarna adalah jamur pelapuk coklat Gloeophyllum trabeum. Biodegradasi menggunakan jamur pelapuk coklat ini masih menjanjikan untuk diteliti, dimana kemampuannya akan dioptimasi pada material Metal Organic Frameworks (MOF) UiO-66 dimana MOF ini memiliki kemampuan yang baik sebagai adsorben zat pewarna. Kombinasi keduanya diharapkan bisa menghasilkan material yang dapat digunakan dalam pengolahan limbah tekstil. Sistem jamur/MOF menawarkan kecepatan adsorpsi pewarna yang cepat dan fotokatalis oleh MOF, didukung oleh proses bioregenerasi oleh jamur sehingga diharapkan sistem ini dapat mendegradasi pewarna lebih efisien. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah mensintesis dan mengkarakterisasi material jamur pelapuk coklat G. trabeum yang terimobilisasi dalam MOF UiO-66 serta menguji kemampuan degradasinya pada pewarna batik RB5. Pengaruh penambahan MOF UiO-66 pada sintesis material GT/UiO-66 akan dievaluasi dan dikarakterisasi sifat-sifatnya antara struktur padatannya (XRD), morfologi, bentuk, ukuran dan susunan partikel (SEM), ukuran dan volume pori dan luas permukaan spesifik (adsorpsi-desorpsi nitrogen), kestabilan termal padatan (TGA), dan juga kemampuan degradasinya (Spektrofotometer UV-Vis). Material GT/UiO-66 selanjutnya diuji kemampuannya dalam mendekolorisasi pewarna RB5 dan metabolit produk hasil degradasi akan diuji dengan LCMS. Tahapan-tahapan yang akan dilakukan: sintesis material GT/UiO-66 dan karakterisasinya menggunakan XRD, TGA, Adsorpsi-desorpsi nitrogen, dan SEM; uji degradasi pada pewarna RB5 dan kondisi optimum (pH dan suhu), dan analisis produk metabolit dan persen dekolorisasi. Target luaran dari penelitian ini adalah publikasi dalam jurnal internasional terindeks Scopus yaitu di jurnal “Applied Microbiology and Biotechnology�dengan Impact factor 3.670 (Q1). Penelitian ini diharapkan menghasilkan metode penanganan masalah limbah zat warna dan dapat bermanfaat bagi ITS serta pelaku industri batik khususnya dan dapat dijadikan sebagai referensi dalam upaya penanganan masalah limbah pewarna batik.