2020 : Simulasi Penyebaran Virus Corona (COVID-19) dengan Agent-Based Modeling untuk Meminimalisir Risiko Penularan Antar Manusia.

Arief Rahman ST., M.Sc
Retno Widyaningrum ST, MT, M.B.A, Ph.D

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Akhir bulan Januari 2020, negara China dikejutkan dengan munculnya banyak kasus penyakit yang berkaitan dengan gangguan pernafasan. Kasus pertama yang muncul adalah meninggalnya warga Wuhan, China secara tiba – tiba yang didiagnosis terinfeksi virus baru yaitu Novel Coronavirus (COVID-19) yang merupakan satu keluarga dengan virus pada SARS dan MERS. Virus COVID-19 memiliki penyebaran yang sangat cepat karena dapat ditularkan lewat cairan oleh seseorang yang terinfeksi. Virus ini dengan cepat sudah menyebar ke beberapa negara di luar China. Singapura merupakan salah satu negara yang terkena dampak dari virus COVID-19. Virus COVID-19 memiliki karakteristik dan memiliki beberapa tahapan untuk dapat menginfeksi manusia. Tahapan yang dilakukan oleh virus COVID-19 adalah dimulai dari masa inkubasi dan dilanjutkan dengan suspected hingga manusia dinyatakan sembuh atau meninggal. Tahapan – tahapan ini dapat dimodelkan dan disimulasikan dengan pendekatan Agent-Based Modeling, dimana virus COVID-19 dapat berperan menjadi agent yang memiliki logika untuk mengambil keputusannya sendiri dengan berinteraksi antara agent. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan – kebijakan untuk mengurangi penyebaran virus COVID-19 yang menjadi ancaman internasional.