2018 : Perancangan Permukiman pada Lahan Terbatas

Ir. Muhammad Faqih MS


Abstract

Kota yang inklusif merupakan kota dengan segala macam yang ada di dalamnya dapat dijangkau dan dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut menjadi penting karena fasilitas kota seharusnya dapat dirasakan oleh segala golongan. Namun faktanya, mengenai inklusifitas masih harus diciptakan di banyak bidang, salah satunya mengenai permukiman yang berada di bantaran rel kereta api Sidotopo. Penelitian yang merupakan bagian dari penyelesaian masalah ini mengacu pada tujuan SGDs nomor 11 yang mengusung tentang kota dan hunian inklusif. Masalah yang muncul utamanya mengenai lahan terbatas, privasi, kebutuhan ruang dan pemenuhan lingkungan sehat. Di dalamnya, terdapat lima tahapan design framework [1] dengan menggunakan pendekatan perilaku. Pattern-based design method digunakan sebagai alat eksplorasi desain untuk mencapai efektivitas dalam penerapan pada hunian dan lingkungan yang inklusif. Tujuan dari perancangan ini yaitu untuk mewujudkan permukiman inklusif yang dapat mewadahi fasilitas dan kebutuhan, baik ruang maupun fisik pada lahan terbatas untuk kalangan masyarakat yang tidak dapat menjangkau secara individu. Dengan masalah dan tujuan tersebut, penyelesaian yang dihasilkan yaitu terpenuhinya standar fasilitas lingkungan hunian dengan efisiensinya; terakomodasinya program aktivitas pada ruang hunian, dengan terbentuknya empat tipe hunian yang ukuran luasannya berbeda pada setiap tipe.