2019 : Penilaian Integrasi Manajemen Risiko Bencana ke dalam Proses Penyusunan Rencana Tata Ruang Kota Surabaya

Adjie Pamungkas ST.,M.Dev.Plg, Ph.D


Abstract

UU 26/2007 menyebutkan bahwa rencana tata ruang di Indonesia terdiri dari dua rencana utama yaitu rencana umum dan rencana rinci tata ruang. Rencana tata ruang wilayah memuat akan strategi pengembangan Kota sedangkan rencana detail tata ruang menjadi referensi dalam aturan pengembangan kawasan lokal. Akibatnya, kegiatan pembangunan seperti pendirian bangunan, infrastruktur, dan fasilitas publik harus mengikuti aturan dari kedua rencana tersebut. Dalam konteks manajemen risiko bencana, pertumbuhan pembangunan mempengaruhi kerentanan dan kapasitas kota. Pembangunan yang tidak diimbangi dengan dengan upaya pengurangan risiko akan meningkatkan potensi kerentanan dan menurunkan kapasitas kota terhadap bencana. Dengan kata lain, hal ini mampu menurunkan ketahan kota dan meningkatkan risiko bencana. Selain itu, integrasi manajemen risiko bencana ke dalam rencana tata ruang bertujuan untuk menghindari risiko sekaligus memperkecil angka risiko tersebut. Penelitian ini akan menilai tentang integrasi manajemen risiko bencana ke dalam proses penyusunan rencana tata ruang Kota Surabaya. Pendekatan kualitatif menggunakan metode analisis konten dan skala likert dilakukan untuk menilai integrasi manajemen risiko bencana ke dalam proses penyusunan rencana tata ruang Kota Surabaya. Hasilnya, seluruh tahapan proses penyusunan rencana tata ruang-mulai dari perumusan masalah hingga monitoring dan evaluasi-belum mencerminkan upaya pengurangan risiko bencana secara rinci. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan data dan informasi mengenai karakteristik bencana Kota …