2018 : RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI PADA PRODUKSI BROWN’S GAS UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI GASOLINE ENGINE KENDARAAN BERMOTOR

Dr. Imam Abadi ST., MT
Faizal Mahananto S.Kom, M.Eng., Ph.D
Afrian Riznaldhy
Herry Sufyan Hadi ST., MT.


Abstract

Pada saat ini penggunaan bahan bakar minyak untuk kebutuhan energi sangatlah besar. Berdasarkan data yang diperoleh dari Indonesian Petroleum Association (IPA) bahwa permintaan energi di Indonesia pada tahun 2010 adalah 3,3 juta barrel oil equivalent per day (boepd). Pada tahun 2025, permintaan energi diperkirakan meningkat menjadi 7,7 juta barrel oil equivalent per day. Indonesian Petroleum Association (IPA) juga menyatakan bahwa saat ini ada gejala krisis energi di Indonesia.[1] Tahun 2020 diperkirakan Indonesia kekurangan pasokan minyak dan gas sebesar 2,4 - 2,5 juta barrel oil equivalent per day. Dengan semakin besarnya kebutuhan akan bahan bakar minyak, cadangan minyak di bumi ini justru semakin habis. Maka dari itu diperlukan akan adanya bahan bakar alternatif yang dapat mendukung ketersediaan bahan bakar minyak terutama untuk internal combustion engine. Oleh karena itu diperlukan bahan bakar minyak yang memiliki kuantitas yang besar dan kuantitas yang bagus serta ramah lingkungan . karena pada saat ini jumlah kendaraan yang luar biasa banyaknya menyumbang emisi gas buang yang sangat besar. [1] Dengan menipisnya cadangan minyak maka mendorong manusia untuk menemukan energi-energi alternatif yang bersifat ramah lingungan dan dapat diperbarui agar dapat memenuhi kebutuhan akan bahan bakar minyak. Salah satu bahan bakar alternatif yaitu gas HHO. Brown’s Gas atau HHO merupakan gas hasil dari proses pemecahan air murni (H2O) dengan proses elektrolisis. Gas yang dihasilkan dari proses elektrolisis air tersebut adalah gas Hidrogen dan Oksigen, dengan komposisi 2 Hidrogen dan 1 Oksigen (HHO). Gas HHO kemudian dicampurkan dengan bahan bakar lainnya pada kendaraan di ruang pembakaran. hasil pembakaran dari pencampuran dengan gas HHO dapat mengurangi tingkat polusi (LIPI, 2008). [8] Pada produksi Brown’s gas menggunakan generator HHO tipe dry cell ini memiliki sistem safety pressure. Dalam pengukuran pressure tidak semua kondisi memungkinkan suatu pengamatan langsung. Dalam keadaan tertentu misalnya pada keadaan lingkungan yang ekstrim atau pada suatu tempat yang tertutup dan bertemperatur tinggi seringkali tidak dapat dilakukan pengamatan atau pengukuran secara langsung. Kendala pengukuran pada tempat yang tidak terjangkau tersebut dapat diatasi dengan menggunakan metode pemasangan device pendeteksi. Apabila dalam proses produksi Brown’s gas terdapat high pressure dalam suatu tangki, maka akan menimbulkan potensi baya bahkan sampai bisa memicu ledakan. Oleh karena itu dibuat penelitian dengan judul “RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI PADA PRODUKSI BROWN'S GAS UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI GASOLINE ENGINE KENDARAAN BERMOTOR."