2019 : Arsitektur Pasar dan Manusia sebagai Penggerak Peradaban Kota

Angger Sukma Mahendra, S.T, M.T


Abstract

Arsitektur dan manusia sama sekali tidak dapat dipisahkan. Meskipun arsitektur dibentuk oleh manusia sedemikian rupa, tetapi secara tidak sadar arsitektur juga membentuk dimensi berfikir dan pola berperilaku manusia itu sendiri. Mereka adalah sebuah paradoksial yang akan terus berlanjut, dimana arsitektur itu ada karena manusia dan manusia itu ada karena arsitektur. Hubungan mereka sangat sinergis dalam menciptakan suatu peradaban dimasa lampau yang dapat dirasakan saat ini, bahkan hingga masa mendatang. Namun keegoisan manusia dewasa ini, tidak lagi memperdulikan keberadaan arsitektur yang mempunyai pengaruh penting dalam kehidupan manusia. Sehingga arsitektur diciptakan hanya sekedar variabel fisik (alat guna), yang kemudian akan berdampak buruk dalam tatanan kehidupan sosial yang cenderung individualis. Bercermin dari semua itu, re-design Pasar Tradisional Puri Pati dengan pendekatan synomorphy adalah untuk memicu adanya interaksi antar pengguna dan bangunan. Adapun metode riset menggunakan behavior mapping untuk menganalisa data dan fakta-fakta yang terjadi pada lapangan melalui pemetaan perilaku dan metode perancangan menggunakan teori Architectural programing untuk mempermudah alur berfikir dalam menentukan permasalahan desain yang kemudian ditarik menjadi perwujudan kriteria konsep desain. Sehingga perancangan dapat menjadi triger dalam menciptakan keberadaan arsitektur yang akan mengembalikan harmonisnya kehidupan sosial yang arif dan humanis.